Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengusutan Kasus Karhutla Jangan Berhenti di Perorangan

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pengusutan Kasus Karhutla Jangan Berhenti di Perorangan Doc: antara
Ket. Penegakan Hukum - Sanksi Karhutla Perlu Diperkuat Berbasis Bukti

Pengusutan kasus karhutla dinilai tidak cukup hanya menyasar pelaku perorangan. Dugaan keterlibatan korporasi juga perlu ditelusuri secara profesional berdasarkan alat bukti yang sah.

Jakarta - Pemerhati hukum pidana Universitas Bhayangkara Jakarta Dr. Edi Saputra Hasibuan menilai pengusutan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia perlu diperluas sehingga tidak berhenti pada pelaku perorangan.

Menurut Edi, dugaan keterlibatan korporasi dalam perkara karhutla perlu ditindaklanjuti secara profesional berdasarkan alat bukti yang sah. Jika terbukti melakukan pelanggaran, korporasi harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.

“Kita melihat Polri sangat tegas menindak pelaku karhutla. Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional dan tidak boleh berhenti pada pelaku perorangan,” kata Edi sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta.

Hingga 16 September 2026, Polri telah menangani 219 perkara karhutla di 12 Polda dan menetapkan 162 orang sebagai tersangka. Sementara itu, 95 korporasi masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan keterlibatan dalam perkara karhutla.

Edi, yang juga Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (ADIHGI), menegaskan proses hukum terhadap korporasi harus tetap mengedepankan pembuktian.

“Kalau ada korporasi yang terbukti melanggar hukum, jangan diberi ampun. Sanksi harus tegas, termasuk pencabutan perizinan apabila secara hukum memang memenuhi syarat untuk dicabut,” tegasnya.

Ia mengatakan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menjadi salah satu dasar penting dalam penegakan hukum karhutla. Pasal 108 mengatur ketentuan pidana bagi pihak yang melakukan pembakaran lahan, sedangkan Pasal 116 mengatur pertanggungjawaban pidana terhadap badan usaha serta pihak yang memberikan perintah atau memimpin kegiatan tindak pidana lingkungan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mendalami unsur pidana yang mungkin dilakukan perusahaan terkait kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan.

“Kapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini,” kata Prabowo dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9).

Kepastian Hukum

Sementara itu, Pakar hukum Universitas Padjadjaran Romli Atmasasmita mengatakan proses hukum terhadap korporasi perlu dilakukan berdasarkan bukti yang diperoleh melalui penyelidikan dan penyidikan.

“Ini bukan sekadar retorika, melainkan sinyal kuat tentang arah kebijakan pemerintahan ke depan dalam hal perlindungan hutan dan ekosistem Indonesia,” kata Romli di Jakarta.

Menurut Romli, penanganan perkara karhutla tidak semestinya berhenti pada sanksi administratif apabila dalam proses penyidikan ditemukan unsur tindak pidana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...

Tiga Tentara Korsel Terluka Akibat Ledakan di DMZ

16 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tiga Tentara Korsel Terluka...
Megapolitan
Kebakaran Terminal NPCT1 Ja...

Tiongkok Depak Dua Jenderal dari Partai Komunis

31 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tiongkok Depak Dua Jenderal...
Advertisement
Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.