Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Negara-Negara Asean Perlu Hindari Jebakan Pertumbuhan Tanpa Pemerataan

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 03:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Negara-Negara Asean Perlu Hindari Jebakan Pertumbuhan Tanpa Pemerataan Doc: istimewa
Ket. Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)

JAKARTA - Kawasan Asia Tenggara tetap menjadi tujuan investasi yang solid bagi dunia dengan keberhasilan negara-negara di kawasan tersebut menarik investasi asing hingga sebesar 243,9 miliar dollar AS atau sekitar 4,34 kuadriliun pada 2025.

Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Filipina, Ceferino S. Rodolfo mengatakan capaian tersebut membuktikan keberhasilan ASEAN menjaga nilai investasi melampaui 200 miliar dollar AS selama lima tahun berturut-turut serta menunjukkan bertahannya kepercayaan investor terhadap ekonomi kawasan.

“Pesan ASEAN hari ini jelas: ASEAN terbuka untuk bisnis, tetap berkomitmen terhadap kerja sama kawasan, dan bertekad untuk bersaing dalam industri masa depan,” kata Rodolfo dalam sebuah konferensi pers, sebagaimana keterangan tertulis Keketuaan ASEAN 2026, dipantau di Jakarta, Senin (21/9).

Dia mengatakan ASEAN berhasil menjaga kepercayaan investor di tengah ketegangan perdagangan dan kegamangan global yang membuat dunia usaha semakin ragu-ragu untuk berinvestasi di tempat lain.

“ASEAN terus membuktikan diri sebagai tujuan investasi yang paling dinamis dan menarik di dunia,” tambahnya.

Menurut Rodolfo, sebagian besar investasi asing ke ASEAN pada 2025 masuk ke sektor manufaktur elektronik serta industri teknologi digital yang terus bertumbuh.

Investasi tersebut membantu pemerintah negara-negara Asia Tenggara mengembangkan energi dan jaringan listrik yang bersih serta memastikan jaringan digital dan internet yang lebih dapat diandalkan bagi masyarakat,” katanya.

Dengan menyoroti kinerja ekonomi di negaranya, Rodolfo mengatakan investasi asing di Filipina sepanjang 2025 membantu menciptakan lapangan kerja sekurangnya bagi 153.000 orang di tahun itu.

Belum Cerminkan Kesejahteraan

Menanggapi hal itu, Pengamat Kebijakan Publik dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi, mengingatkan agar pertumbuhan dan derasnya investasi jangan hanya dilihat dari angka agregat.

“Angka agregat tidak otomatis mencerminkan kesejahteraan. Ukuran keberhasilan harus dilihat dari distribusi manfaat, penciptaan pekerjaan layak, penurunan ketimpangan, serta kemampuan negara memastikan pertumbuhan dinikmati masyarakat luas,” kata Badiul.

Menurutnya, Indonesia dan negara-negara di ASEAN perlu menghindari jebakan pertumbuhan tanpa pemerataan. Investasi asing, industrialisasi, dan pembangunan infrastruktur harus menghasilkan nilai tambah domestik.

“Investasi asing, industrialisasi, dan pembangunan infrastruktur harus menghasilkan nilai tambah domestik, memperluas pekerjaan berkualitas, memperkuat usaha lokal, dan tidak sekadar meningkatkan keuntungan pemilik modal,” katanya.

Badiul juga menekankan investasi dan infrastruktur tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. “Negara perlu mengukur manfaat ekonominya terhadap masyarakat apakah konektivitas meningkatkan produktivitas, membuka akses pasar, menurunkan biaya logistik, dan memperkuat ekonomi daerah, terutama wilayah tertinggal,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
MotoGP Mandalika 2026 Cetak...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.