Tekan Harga Air Warga, Pemkab Kepulauan Seribu Dukung Kompensasi Biaya Angkut

Selasa, 22 Sep 2026, 10:05 WIB

JAKARTA – Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, mendorong adanya skema kompensasi biaya angkut atau transportasi dari PAM JAYA untuk menekan harga air yang dibayarkan masyarakat di daerah kepulauan tersebut.

“Kami perlu mencari solusi bersama termasuk mendorong adanya kompensasi ongkos angkut agar harga air di tingkat warga dapat ditekan,” kata Muhammad Fadjar Churniawan di Jakarta, Selasa (22/9).

Ket. Foto: Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan meninjau Sistem Penyediaan Air Minum Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) PAM JAYA di Pulau Kelapa Dua, Kamis (13/8/2026). — Sumber: ANTARA

Fadjar menjelaskan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu sudah membuka komunikasi dengan pihak swasta dan BUMD, seperti PHE OSES dan Patra Jasa yang dapat memasok air bersih.

“Penyediaan armada pengangkut air diusulkan menjadi dukungan pemerintah daerah atau kabupaten,” kata dia.

Selain itu, ia menyambut baik kunjungan jajaran DPRD DKI Jakarta dan menilai kolaborasi lintas sektor penting untuk menghasilkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang pada Senin (21/9).

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino dalam kunjungan kerjanya ke Kepulauan Seribu, mengatakan pihaknya mencari solusi melalui sinergi antara kabupaten, kecamatan, kelurahan, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait kebutuhan air bersih.

Pihaknya juga mengevaluasi dan optimalisasi fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dan Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO).

“Kami ingin mencarikan solusi di mana semuanya bergerak dari kabupaten, kecamatan dan kelurahan serta OPD terkait,” kata dia.

Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan air bersih sebagai hak dasar masyarakat serta perlunya intervensi langsung pemerintah dalam menangani persoalan tersebut.

"DPRD Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu fokus menyelesaikan kendala air bersih yang ada di Pulau Kelapa dan Pulau Panggang, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Kepulauan Seribu Frans Agustinus Siahaan menyampaikan sejumlah perkembangan pembangunan fasilitas pengolahan air bersih di wilayah Kepulauan Seribu.

Frans memaparkan peningkatan kapasitas BWRO Pulau Kelapa sebesar 2.500 liter per jam sedang berjalan dan ditargetkan mulai dirasakan manfaatnya pada awal Desember 2026.

Selain itu, pembangunan SWRO di Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Pulau Kelapa Zona 1, 2, 3, dan 4, masing-masing berkapasitas 500 liter per jam, ditargetkan selesai pada Oktober 2026.

"Untuk Pulau Panggang, rencana penempatan satu unit SWRO direvisi berdasarkan usulan lurah," kata dia.

Sebagai langkah mengurangi waktu antrean warga, Sudin SDA Kepulauan Seribu juga menyiapkan persediaan 350 hingga 500 galon siap isi di reservoir.

“Warga nantinya dapat langsung menukar galon tanpa harus menunggu proses pengisian yang lama,” kata dia.

Plt. Manager PAM JAYA Kepulauan Seribu Januar Indropuspo mengatakan pihaknya segera melakukan verifikasi dan investigasi teknis untuk mengetahui penyebab terhentinya aliran air SWRO di sejumlah rumah warga.

“Kami akan segera melakukan verifikasi dan investigasi teknis untuk membedakan apakah masalah aliran air berhenti disebabkan oleh gangguan komplain individu atau masalah area,” kata dia.

Sebagai langkah mitigasi darurat, PAM Jaya menyiapkan dukungan pasokan air bersih sebanyak 6.000 liter per hari untuk Pulau Kelapa dan 6.000 liter per hari untuk Pulau Panggang guna mengurangi beban antrean masyarakat.

“PAM Jaya juga akan mengevaluasi fasilitas SWRO yang sudah tersedia agar kapasitasnya dapat dimaksimalkan tanpa menunggu pembangunan unit baru, apabila memungkinkan secara teknis,” kata dia.

  • Pemkab Kepulauan Seribu

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.