• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Never After Dark: Horor Je...

Never After Dark: Horor Jepang yang Dipuji 'Cerdas, Tak Terduga, dan Mengerikan' oleh Sutradara Sinister dan Stephen King

Senin, 21 Sep 2026, 00:07 WIB

Trailer terbaru film horor supernatural Jepang Never After Dark menawarkan teror yang tidak hanya datang dari dunia orang mati. Film karya Dave Boyle ini mendapat perhatian setelah trailer-nya menampilkan pujian dari dua nama besar genre horor, Stephen King dan sutradara Sinister serta The Black Phone, Scott Derrickson. 

Stephen King menyebut Never After Dark “amazing and haunting”, sementara Scott Derrickson menggambarkannya sebagai film yang “intelligent, unpredictable, and bone-chilling.” Pujian tersebut menjadi bagian dari materi promosi trailer film. 

Ket. Foto: Never After Dark tidak hanya mengandalkan jumpscare. Terornya dibangun melalui atmosfer, misteri rumah, serta hubungan antara manusia dan roh yang perlahan menjadi semakin tidak terduga. — Sumber: Istimewa

Film yang ditulis dan disutradarai Boyle ini berpusat pada Airi, diperankan Moeka Hoshi yang dikenal lewat Shōgun. Airi merupakan medium pengembara yang menjalani hidup dengan membantu roh-roh gelisah meninggalkan dunia orang hidup.

Airi kemudian dipanggil ke sebuah rumah di pedesaan terpencil untuk menangani gangguan supernatural. Di sana, ia berhadapan dengan penampakan mengerikan yang memiliki kekuatan di luar pengalaman yang pernah dihadapinya.

Namun, semakin jauh Airi menyelidiki masa lalu rumah tersebut, sebuah rahasia mulai terungkap. Ia kemudian menyadari bahwa ancaman terbesar yang mengincarnya bukan berasal dari dunia gaib, melainkan manusia yang masih hidup. 

Dari Bloody Disgusting, dalam cuplikan eksklusif film, Airi terlihat santai menikmati minuman bersama putra pemilik hotel. Pengalamannya sebagai medium membuat Airi seolah sudah terbiasa dengan berbagai bentuk penampakan, bahkan kemunculan hantu mengerikan dengan bagian rahang yang hilang pun tidak langsung membuatnya panik.

Cuplikan tersebut memberi gambaran bahwa Never After Dark tidak hanya mengandalkan jumpscare. Terornya dibangun melalui atmosfer, misteri rumah, serta hubungan antara manusia dan roh yang perlahan menjadi semakin tidak terduga.

Kesan tersebut juga muncul dari ulasan festival. Dalam ulasan SXSW, film ini disebut sebagai “rumah berhantu atmosferik konvensional dengan pendekatan unik terhadap hal supernatural.” Pendekatan tersebut, ditambah karakter utama perempuan yang kuat, disebut menjadi salah satu pembeda film ini. Film tersebut sebelumnya meraih SXSW Midnighter Audience Award dan Grand Jury Prize untuk kategori film fitur di Overlook Film Festival. 

Selain Moeka Hoshi, film ini juga dibintangi Kento Kaku dan Kurumi Inagaki yang sebelumnya tampil dalam House of Ninjas, Mutsuo Yoshioka dari Chime, Bokuzo Masana dari Tokyo Vice, serta Tae Kimura dari All Around Us. 

Never After Dark menjadi proyek penting bagi Boyle setelah sebelumnya menggarap produksi yang berlatar Jepang. Ia juga baru ditunjuk untuk mengerjakan remake Pulse, film horor Jepang karya Kiyoshi Kurosawa.

Boyle dan Kento Kaku dalam pernyataan bersama menyambut keterlibatan Magnolia Pictures yang akan membawa film tersebut ke penonton Amerika Utara. Keduanya menyebut komitmen distributor terhadap perilisan bioskop sesuai dengan visi mereka sejak awal, karena film ini memang dibuat untuk dinikmati di layar lebar.

Never After Dark dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Utara pada 25 September 2026 melalui Magnolia Pictures, dengan durasi sekitar 104 menit. 

  • Review Trailer

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.