Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memperhitungkan Arus Laut demi Keselamatan Penyelaman KM Virgo

📅 Senin, 21 Sep 2026, 23:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memperhitungkan Arus Laut demi Keselamatan Penyelaman KM Virgo Doc: Antara
Ket. Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana memberikan keterangan setelah konferensi pers perkembangan operasi SAR hari kesembilan kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (21/9/2026).

Banjarmasin - Basarnas memperhitungkan kondisi arus bawah laut yang cepat berubah di lokasi kecelakaan KM Virgo Transport 8 dengan memanfaatkan waktu laut teduh agar penyelam Basarnas Special Group (BSG) dapat masuk ke badan kapal yang tenggelam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator mengatakan penyelam memanfaatkan waktu ketika arus mulai teduh dan gelombang mengecil karena kondisi tersebut tidak berlangsung lama, sehingga tim harus segera melakukan penyelaman.

“Saat arus bawah laut teduh, gelombang mulai kecil, waktu itulah yang dimanfaatkan oleh tim penyelam untuk segera melaksanakan penyelaman, dan itu waktunya tidak berlangsung lama,” kata Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari kesembilan kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin malam.

Menurut dia, waktu penyelaman yang terbatas membuat tim harus memaksimalkan setiap kesempatan ketika kondisi laut memungkinkan saat kecepatan arus berada di bawah 2,5 knot, sehingga penyelam dapat segera turun melakukan pencarian dan beberapa korban berhasil dievakuasi dari dalam badan kapal.

“Dengan berkejaran dengan waktu, namun kita bisa memaksimalkan waktu yang ada sehingga beberapa korban kita berhasil evakuasi. Berkat cara ini, penyelam berhasil menemukan dan mengevakuasi lima jasad dari dalam kapal yang tenggelam pada operasi SAR hari kesembilan,” ujarnya.

Putu menjelaskan bagian bawah kapal menjadi area paling sulit dan berisiko dijangkau karena penyelam tidak mengetahui kestabilan kapal ketika memasuki kompartemen tersebut, sehingga perubahan posisi kapal dapat membahayakan keselamatan tim selama pencarian.

“Paling sulit dan paling berbahaya dijangkau adalah kompartemen yang bagian bawah. Di sanalah yang paling sulit dan berisiko karena begitu kita masuk ke bagian bawah kapal, kita tidak tahu kestabilan kapal saat ini,” katanya.

Ia mengatakan penyelam juga harus memperhatikan teknik ketika memecahkan kaca dari tiap bagian badan kapal untuk menjangkau bagian tertentu di dalam kapal, karena kaca yang pecah dapat menimbulkan dorongan luar biasa apabila penyelam berada tepat di depannya.

“Begitu kaca pecah, ini akan ada dorongan yang luar biasa. Ini akan membahayakan untuk penyelam sendiri,” ujarnya.

Putu menegaskan berbagai kondisi tersebut menjadi perhatian tim, terutama saat penyelam bekerja di kedalaman dan memasuki ruang-ruang kapal yang tersekat, sehingga setiap kesempatan penyelaman harus dimanfaatkan dengan tetap mempertimbangkan risiko terhadap keselamatan penyelam.

Hingga Senin (21/9) malam pukul 22.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 123 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 15 orang meninggal dunia, sementara 120 korban masih proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Perubahan APBD Tahun Ini Ditetapkan

50 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...
Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...

Formula 1 Pangkas Jarak Balapan Mulai 2027

1 jam lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Formula 1 Pangkas Jarak Bal...

Antikorupsi Diedukasikan kepada para Aparatur Desa Bogor

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Antikorupsi Diedukasikan ke...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.