Bathing Carnival Bhutan 2026 Padukan Tradisi Air, Budaya, dan Wisata Alam
📅 Senin, 21 Sep 2026, 18:47 WIB | Oleh: Haryo BronoPendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bhutan memperluas pengalaman wisata ke wilayah-wilayah di luar destinasi yang selama ini lebih dikenal wisatawan.
Wisata Alam dan Budaya Bhutan
Di luar Bathing Carnival, Bhutan menawarkan berbagai aktivitas wisata yang berkaitan dengan alam, budaya, dan kehidupan spiritual. Wisatawan dapat melakukan pendakian, berkendara motor, arung jeram, dan fly fishing di kawasan pegunungan, hutan, serta lembah sungai.
Wisata berbasis kesehatan dan spiritual juga menjadi bagian dari pengalaman di Bhutan, antara lain mengunjungi biara-biara kuno dan mencoba pemandian hot stone tradisional.
Kawasan alam yang dilindungi juga menjadi tujuan ekowisata. Wisatawan dapat menjelajahi wilayah dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Pilihan lainnya adalah wisata helikopter untuk menikmati pemandangan lembah dan pegunungan Himalaya dari udara.
Bhutan juga mengembangkan astronomi wisata atau astrotourism, yang memungkinkan wisatawan mengamati langit malam di kawasan Himalaya.
Dari sisi budaya, berbagai festival tradisional seperti Tshechu, Black-Necked Crane Farewell Festival, dan Pekan Rhododendron menawarkan pengalaman yang berbeda sepanjang tahun. Sementara untuk kuliner, wisatawan dapat mencicipi makanan khas seperti ema datshi yang berbahan cabai dan keju, teh mentega, panekuk gandum hitam, serta hoentay.
Akses dan Ketentuan Wisatawan
Bhutan dapat dicapai melalui jalur udara dengan penerbangan menuju Bandara Internasional Paro. Bandara tersebut dilayani Drukair–Royal Bhutan Airlines dan Bhutan Airlines dengan penerbangan langsung dari sejumlah kota di Asia, termasuk Bangkok, Delhi, Kolkata, Mumbai, Guwahati, Kathmandu, Singapura, Dhaka, dan Dubai.
Akses darat juga tersedia bagi wisatawan dari kawasan regional melalui titik perbatasan di Samdrup Jongkhar untuk menuju wilayah tengah dan timur Bhutan.
Wisatawan internasional, kecuali warga India, Bangladesh, dan Maladewa, diwajibkan memiliki visa atau izin masuk. Pengajuan dapat dilakukan secara daring atau melalui operator tur Bhutan, dengan waktu pemrosesan sekitar lima hari.
Pengunjung internasional dari negara yang tidak dikecualikan juga dikenakan Sustainable Development Fee (SDF) sebesar US$100 per orang per malam serta biaya pengajuan visa satu kali sebesar US$40. Sementara pengunjung dari India dikenakan SDF sebesar Nu/INR 1.200 per orang per malam.
Menurut Departemen Pariwisata Bhutan, kontribusi tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program negara di bidang budaya, lingkungan, kesehatan, dan pendidikan.
Layanan pariwisata di Bhutan disediakan oleh operator tur, akomodasi, dan pemandu wisata yang telah memperoleh lisensi serta diatur oleh Departemen Pariwisata. Pemerintah Bhutan menerapkan konsep pariwisata high-value, low-volume, dengan tujuan menjaga identitas budaya dan sumber daya alam negara tersebut.
Dengan Bathing Carnival Bhutan, PemaGatshel menjadi salah satu wilayah yang diperkenalkan melalui pendekatan wisata berbasis pengalaman. Festival ini tidak hanya menawarkan aktivitas air, tetapi juga mempertemukan tradisi, alam, kuliner, olahraga, dan kehidupan masyarakat lokal dalam satu rangkaian kegiatan selama tiga hari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!