Bathing Carnival Bhutan 2026 Padukan Tradisi Air, Budaya, dan Wisata Alam
📅 Senin, 21 Sep 2026, 18:47 WIB | Oleh: Haryo BronoPemaGatshel dan Lanskap Bhutan Timur
Dzongdag atau Gubernur PemaGatshel, Singay Dorji, mengatakan penyelenggaraan kedua Bathing Carnival Bhutan akan menghadirkan lebih banyak aktivitas, hiburan, dan program budaya.
“Bathing Carnival Bhutan berkembang menjadi sesuatu yang benar-benar istimewa, menghadirkan kebahagiaan dan makna melalui alam serta perayaan kebersamaan,” ujar Singay.
Menurut dia, festival tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan PemaGatshel sebagai kawasan yang memiliki lanskap alam, kehidupan masyarakat, serta warisan budaya yang dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata di Bhutan timur.
PemaGatshel menawarkan pengalaman wisata yang berkaitan dengan alam terbuka dan kehidupan masyarakat lokal. Wisatawan dapat berinteraksi dengan komunitas setempat, menikmati lanskap alam, serta menjelajahi kawasan yang belum banyak dikembangkan sebagai destinasi wisata massal.
Gubernur Mongar, Lungten Jamtsho, mengatakan Bathing Carnival juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati kawasan sungai dan lanskap alam Bhutan timur.
“Selamat datang di Bathing Carnival 2.0, sebuah perayaan warisan budaya yang terus hidup di Bhutan bagian timur. Bergabunglah bersama kami di sepanjang sungai-sungai yang masih alami dan lanskap yang megah untuk kembali terhubung dengan tradisi-tradisi kuno, merasakan pembaruan budaya, serta menemukan ketenangan dari aliran air Bhutan,” ujarnya melalui siaran pers pada hari Senin (21/9).
Ia juga menyoroti pengalaman fly fishing di kawasan tersebut, termasuk aktivitas memancing ikan mahseer.
Direktur Departemen Pariwisata Bhutan, Damcho Rinzin, mengatakan penyelenggaraan tahun kedua merupakan kelanjutan dari festival perdana yang menggabungkan budaya, masyarakat, alam, olahraga, dan hiburan.
Menurut dia, keterlibatan PemaGatshel dan Mongar dalam penyelenggaraan festival menunjukkan pendekatan yang menempatkan masyarakat lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata.
“Melalui berbagai kegiatan seperti BCB, kami terus menciptakan pengalaman inovatif yang mendorong para wisatawan untuk menjelajah lebih jauh dari destinasi yang sudah dikenal, menemukan keberagaman destinasi wisata Bhutan, serta membangun interaksi yang bermakna dengan masyarakat lokal,” ujar Damcho.
Tradisi Air dalam Budaya Bhutan
Konsep Bathing Carnival tidak semata-mata menggunakan air sebagai aktivitas rekreasi. Festival ini berangkat dari makna budaya air dalam kehidupan masyarakat Bhutan.
Thruebab merupakan salah satu tradisi yang menjadi inspirasi utama penyelenggaraan BCB. Air dalam tradisi tersebut dipandang memiliki makna berkaitan dengan keberkahan, pembersihan diri, pembaruan, dan kesehatan.
Melalui festival, unsur tradisional tersebut dipertemukan dengan aktivitas rekreasi modern. Pengunjung tidak hanya menyaksikan pertunjukan budaya, tetapi juga dapat berpartisipasi dalam permainan air, olahraga, kegiatan kuliner, serta aktivitas komunitas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!