Peringati WCD, Pemkot Makassar Bersih-bersih Pantai Losari

Minggu, 20 Sep 2026, 14:33 WIB

MAKASSAR - Memperingati World Clean up Day, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar melakukan bersih-bersih lingkungan di sejumlah titik, mulai dari tempat pemilahan sampah (TPS) 3R hingga bibir Pantai Losari.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi bersama Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar Melinda Aksa turun langsung memimpin aksi bersih-bersih lingkungan bersama masyarakat di Kota Makassar, Minggu (20/9).

Ket. Foto: DLH Pemkot Makassar bersih-bersih Pantai Losari. — Sumber: antara foto

"World Clean up Day ini jangan dimaknai bahwa bersih-bersih hanya dilakukan hari ini. Kebersihan harus menjadi kebiasaan yang kita bangun setiap hari," ujar Munafri.

Kegiatan digelar Pemerintah Kota Makassar dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan, TP PKK, Dewan Lingkungan Hidup, komunitas lingkungan, serta masyarakat setempat.

Berbeda dari kegiatan bersih-bersih pada umumnya, Appi terlebih dahulu menyusuri perairan Pantai Losari menggunakan kapal pembersih limbah laut.

Ia berangkat dari Dermaga Tugu MNEK Pantai Losari menuju lokasi utama peringatan World Clean up Day di TPST3R Panambungan.

Aksi bersih-bersih juga dipusatkan di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPST3R) Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso.

Melinda Aksa bersama tim Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, pengurus TP PKK Kota Makassar, komunitas lingkungan, serta para Ketua RT dan RW se-Kecamatan Mariso bergotong royong membersihkan kawasan TPST3R dan Rumah Susun Warga (Rusunawa) Panambungan.

Aksi tersebut tidak hanya menyasar sampah di daratan, tetapi juga dilakukan di kawasan sungai dan pesisir. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan jenisnya sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah dari sumber.

Bagi Appi, momentum World Clean up Day tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan membersihkan lingkungan dalam satu hari. Menurutnya, peringatan tersebut justru harus menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab yang dilakukan secara terus-menerus.

"Saya minta pihak kecamatan terus melaksanakan Jumat Bersih setiap minggu. Jangan hanya karena ada momentum World Clean up Daysetelah itu berhenti," kata dia.

Camat Mariso Syahril mengatakan aksi World Clean up Day di kawasan Kecamatan Mariso berhasil mengumpulkan sebanyak 74 kilogram sampah.

Dari jumlah tersebut, sampah yang berhasil dikumpulkan terdiri atas 26 kilogram sampah organik, 36 kilogram sampah anorganik dan 12 kilogram residu.

Selain sampah yang dikumpulkan dari kawasan daratan, terdapat pula sekitar 11 kilogram limbah laut yang berhasil diangkat melalui aksi pembersihan kawasan perairan.

"Untuk World Clean up Day hari ini kita telah mengumpulkan 26 kilogram sampah organik, 36 kilogram sampah anorganik dan 12 kilogram residu," kata Syahril.

Data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan bersih-bersih tidak hanya menjadi aksi simbolik, tetapi juga menjadi bagian dari proses edukasi pemilahan sampah berdasarkan jenisnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.