Lima Bulan Pascabencana Galodo, Dompet Dhuafa Reaktivasi 7 Posyandu di Agam
Jumat, 28 Agu 2026, 13:05 WIBJAKARTA â Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa bersama Pemerintah Kabupaten Agam memperkuat pemulihan layanan kesehatan masyarakat setelah bencana galodo di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Selama lima bulan pendampingan, program tersebut berhasil mendukung reaktivasi tujuh Posyandu yang tersebar di empat jorong dengan melibatkan 42 kader.
Penguatan layanan kesehatan tersebut menjadi bagian dari Forum Diseminasi Program dan Penguatan Keberlanjutan Pemulihan Kesehatan Pascabencana yang digelar di Nagari Salareh Aia, Kamis (27/8/2026). Forum ini menjadi ruang evaluasi terhadap proses respons dan pemulihan kesehatan sekaligus membahas kebutuhan masyarakat yang masih harus ditangani setelah masa tanggap darurat berakhir.
Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, masyarakat, penerima manfaat, serta sejumlah mitra yang terlibat dalam proses pemulihan. Kehadiran berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat koordinasi agar layanan kesehatan dasar tetap berjalan dan hasil pendampingan dapat berlanjut setelah program pemulihan selesai.
General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa dr. Yeni Purnamasari mengatakan pendampingan melalui Program Recovery Kebencanaan dilakukan selama enam bulan di Nagari Salareh Aia. Program tersebut mencakup pemulihan fungsi Posyandu, peningkatan kapasitas kader, layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, pemantauan kelompok rentan, hingga penguatan fasilitas kesehatan.
"Melalui Program Recovery Kebencanaan, LKC Dompet Dhuafa telah melakukan pendampingan selama enam bulan di Nagari Salareh Aia yang mencakup 7 Posyandu di 4 jorong dan 42 kader, dengan fokus pada pemulihan fungsi Posyandu, penguatan kapasitas kader, layanan kesehatan ibu dan anak, gizi, pemantauan kelompok rentan, serta penguatan sarana kesehatan," jelas Yeni.
Program pemulihan tersebut merupakan kelanjutan dari respons kemanusiaan Dompet Dhuafa setelah masyarakat Salareh Aia terdampak bencana. Pada fase tanggap darurat, Dompet Dhuafa Singgalang bersama jejaring Dompet Dhuafa lebih dulu memberikan respons terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.
"Dalam fase tanggap darurat, Dompet Dhuafa Singgalang bersama jejaring Dompet Dhuafa bergerak merespons kebutuhan masyarakat terdampak. Setelah kondisi mulai berangsur pulih, kebutuhan masyarakat berkembang dari kebutuhan darurat menjadi kebutuhan untuk mengembalikan fungsi layanan dasar dan memperkuat kapasitas masyarakat," ujar Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang Sumatera Barat Novil Oksan Putra.
Dalam fase recovery, perhatian kemudian diarahkan kepada kelompok rentan yang membutuhkan akses layanan kesehatan secara berkelanjutan. Pendampingan tersebut mencakup ibu hamil, bayi, balita, lansia, serta masyarakat yang membutuhkan pemantauan kondisi kesehatan secara rutin.
Yeni menyebut partisipasi masyarakat dalam layanan Posyandu menunjukkan perkembangan positif selama program berlangsung. Kehadiran masyarakat yang sebelumnya berada di angka 75 orang meningkat menjadi 105 orang, sementara partisipasi ibu hamil juga terus mengalami peningkatan.
Berdasarkan data pendampingan, sebanyak 90 persen peserta pos gizi berhasil mengalami kenaikan berat badan lebih dari 300 gram selama tiga bulan. Selain itu, sebanyak 140 balita telah dipantau status gizinya, seluruh 19 ibu hamil terpantau kondisi gizinya, serta 135 lansia mendapatkan skrining kesehatan.
Untuk memperkuat pelaksanaan layanan kesehatan di tingkat masyarakat, LKC Dompet Dhuafa turut memberikan sejumlah dukungan fasilitas. Bantuan tersebut meliputi antropometri kit, tensimeter, doppler, partus set, sarana dan prasarana Posyandu, buku kecakapan kader, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya.
Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI dr. Lovely Daisy mengapresiasi pendampingan yang dilakukan LKC Dompet Dhuafa dalam proses pemulihan kesehatan masyarakat terdampak galodo. Menurutnya, keberlanjutan layanan dasar menjadi bagian penting dalam membantu keluarga dan kelompok rentan melewati masa transisi pascabencana.
"Pendampingan pos gizi dan posyandu selama lima bulan terakhir oleh LKC Dompet Dhuafa merupakan bentuk nyata sinergi dalam pemulihan pascabencana galodo. Langkah berkelanjutan ini sangat penting agar fungsi pelayanan kesehatan dasar dapat bangkit kembali, mempercepat pemulihan kesehatan keluarga, serta memberikan perlindungan maksimal bagi kelompok rentan di masa transisi ini," ungkap Lovely.
Pemulihan kesehatan di Salareh Aia tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan aktivitas Posyandu seperti sebelum bencana. Program tersebut juga mendorong peningkatan kapasitas kader, penguatan pemantauan kelompok rentan, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.
Camat Palembayan Endrisasman mengatakan proses pemulihan pascabencana perlu dilanjutkan melalui penguatan sistem kesehatan masyarakat yang lebih tangguh. Menurutnya, pendampingan Posyandu dan pos gizi dapat menjadi fondasi untuk memastikan layanan kesehatan tetap dekat dan mudah diakses masyarakat.
"Pemulihan pascabencana ini tidak boleh berhenti pada bantuan darurat semata, melainkan harus menjadi momentum untuk membangun kembali sistem kesehatan masyarakat yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Kehadiran program seperti pos gizi dan pendampingan posyandu dari LKC Dompet Dhuafa telah meletakkan fondasi penting," tutur Endrisasman.
Dukungan selama masa pemulihan juga dirasakan langsung oleh para kader Posyandu yang kembali menjalankan pelayanan kesehatan masyarakat. Salah seorang kader, Efria Ernanda, mengatakan pendampingan tersebut membantu meningkatkan kemampuan kader sekaligus membuat masyarakat merasa mendapat dukungan setelah menghadapi bencana.
"Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada LKC Dompet Dhuafa karena kami bisa diberi penguatan kapasitas kader. Kami merasa tidak sendirian apalagi setelah bencana kami berusaha untuk pulih, alhamdulillah kami didukung oleh LKC Dompet Dhuafa dan pemerintah, sehingga sekarang semua perlahan kembali membaik," ujar Efria.
Bagi penerima manfaat, keberadaan Posyandu kembali menjadi salah satu akses penting untuk memantau kesehatan keluarga, terutama tumbuh kembang anak. Ibu Etramaiyeti, penerima manfaat sekaligus ibu asuh balita pos gizi, mengatakan pendampingan kader membantu keluarga memperoleh informasi dan pemeriksaan kesehatan secara lebih mudah.
"Saya sangat berterima kasih kepada LKC Dompet Dhuafa. Kegiatan pos gizi membantu dalam memperbaiki kondisi anak saya," ungkap Etramaiyeti.
Ia berharap layanan kesehatan berbasis masyarakat tersebut dapat terus berjalan karena warga membutuhkan akses pemeriksaan yang dekat dan mudah dijangkau. Keberlanjutan Posyandu diharapkan dapat menjadi bagian dari sistem kesehatan masyarakat yang semakin kuat setelah bencana.
Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam dan masyarakat, LKC Dompet Dhuafa berupaya memastikan proses pemulihan tidak berhenti ketika bantuan darurat berakhir. Reaktivasi tujuh Posyandu di Salareh Aia menjadi salah satu langkah untuk membangun kembali layanan kesehatan dasar sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Beri Tenggat Singkat, Trump Ultimatum Kembali Serang Iran Jika Negosiasi Gagal
-
BNPB: 4.000 Liter Air Bersih Dikirim untuk Atasi Kekeringan di Bandung Barat
-
Pastikan Stok BBM di NTT Aman, Komut Pertamina Tinjau Langsung Daerah Gempa
-
Pemkab Bangka Tengah Membuka Rekrutmen Tenaga Dokter
-
Gempa NTT Apakah Merembet ke Jawa? Sore Ini Bantul Jogja Digoyang Gempa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.