Bikin Penasaran, Ini Alasan Balikpapan Perketat Pengawasan BBM Subsidi
Minggu, 20 Sep 2026, 05:12 WIBBALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan memperketat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis biosolar untuk memastikan kepatuhan aturan ganjil genap dan mencegah praktik pelangsiran atau pembelian berulang di seluruh SPBU di Kota Balikpapan.
Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Sekretariat Kota Balikpapan, Zulkifli, menegaskan bahwa Pemkot Balikpapan bersama tim gabungan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran atau manipulasi aturan pengisian BBM subsidi.
"Kami memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan tanpa pelanggaran, terutama kepatuhan pada ketentuan ganjil genap berbasis nomor polisi kendaraan yang telah ditetapkan Pemkot Balikpapan," kata Zulkifli di Balikpapan, Kaltim, Sabtu.
Zulkifli menjelaskan, aturan ganjil genap yang merujuk pada Surat Edaran Wali Kota Balikpapan tersebut mewajibkan setiap kendaraan roda enam atau lebih yang telah melakukan pengisian BBM bersubsidi untuk jeda atau menunggu selama 48 jam sebelum kembali mengantre.
Untuk memastikan aturan diindahkan, Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Penyaluran BBM Bersubsidi Kota Balikpapan yang terdiri dari unsur Pemkot, Polresta, Kejaksaan, TNI, Satpol PP, Dishub, dan Pertamina gencar menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan.
Dalam sidak yang dilaksanakan di SPBU KM 15 Balikpapan Utara pada Jumat (18/9), tim Satgas memeriksa sedikitnya 77 unit truk yang sedang mengantre di dua jalur pengisian.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh kendaraan mematuhi jadwal ganjil genap serta kesesuaian dokumen kendaraan.
Zulkifli menambahkan, Satgas akan terus menggelar sidak tanpa pemberitahuan guna mengantisipasi celah manipulasi pelat nomor ganda oleh oknum sopir.
Pemkot Balikpapan juga membuka posko pengaduan di Bagian Pemerintahan Setda Balikpapan bagi masyarakat yang menemukan penyimpangan.
Sementara itu, Manager Sales Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama, mendukung penuh pengetatan yang dilakukan Pemkot Balikpapan.
Petugas SPBU bersama tim gabungan turut melakukan pencocokan fisik kendaraan dengan kode batang (barcode) digital MyPertamina saat transaksi.
"Hasil pengecekan bersama sejauh ini sesuai dan tidak ditemukan penyimpangan barcode. Pertamina menjamin ketersediaan stok Biosolar di Balikpapan dalam kondisi aman sehingga para sopir diimbau tetap tenang dan antre sesuai aturan," tutur Narotama.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.
-
Kolaborasi Indosat dan Komdigi Buka Jalan Talenta Digital Papua
-
19 Tahun SIMGROUP, Perkuat Transformasi Lewat Inovasi dan Aksi Sosial.
-
Bos CIA ke Moskow Bawa Peringatan Keras untuk Russia
-
Raksasa Alat Berat China Bangun Pusat Remanufaktur Pertama di Luar Negeri, Balikpapan Jadi Basis Asia Tenggara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.