- Home
-
- Luar Negeri
-
- WHO Ajukan Pendanaan Tamba...
WHO Ajukan Pendanaan Tambahan untuk Tangani Ebola di Kongo
Kamis, 17 Sep 2026, 18:05 WIBJENEWA â Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, meminta para donor memastikan rencana penanganan pemerintah RD Kongo mendapatkan pendanaan penuh. Ia juga meminta pendanaan untuk respons kemanusiaan yang lebih luas, dilansir dari France24, Kamis (17/9).
WHO melihat tanda-tanda menggembirakan dalam penanganan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC). Namun, WHO menegaskan wabah tersebut masih jauh dari berakhir dan membutuhkan pendanaan lebih besar.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan penularan mulai menurun di wilayah yang paling terdampak di Provinsi Ituri. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan langkah-langkah penanganan mulai memberikan hasil.
Provinsi Kivu Selatan juga tidak melaporkan kasus baru sejak Mei, sementara lebih dari 1.700 pasien Ebola di DRC telah dinyatakan pulih. Tedros mengatakan setelah empat bulan, wabah sebagian besar telah terkendali di wilayah timur laut DRC.
Namun, wabah kecil di Uganda sempat muncul dan berhasil dihentikan dengan cepat. Menurut laporan terbaru pemerintah DRC, jumlah kasus Ebola terkonfirmasi telah mencapai 7.258 kasus.
Sebanyak 3.510 kematian telah tercatat sejak wabah dimulai pada Mei. Lebih dari 7.000 kasus telah dilaporkan di tujuh provinsi hingga 11 September dan telah menyebar ke provinsi ketujuh di DRC.
Sementara itu, lebih dari 3.000 tenaga kesehatan dan pekerja garis depan telah menerima vaksin Ervebo buatan Merck. Vaksin tersebut telah mendapat izin untuk melawan virus Ebola Zaire.
Namun, efektivitas Ervebo terhadap virus Bundibugyo yang menjadi penyebab wabah saat ini belum diketahui. WHO berencana melakukan studi observasional terhadap pekerja garis depan untuk menilai efektivitas vaksin tersebut.
Uji klinis tahap menengah hingga akhir juga diperkirakan dimulai dalam beberapa pekan mendatang. Uji tersebut akan dipimpin Institut Nasional Penelitian Biomedis Kongo bersama sejumlah mitra.
Ervebo akan menjadi salah satu vaksin pertama yang dievaluasi dalam uji klinis tersebut. Penelitian akan mencakup kandidat vaksin lain yang secara khusus menargetkan Ebola jenis Bundibugyo, termasuk kandidat dari Moderna dan Universitas Oxford. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Unik! Satwa-satwa di Kebun Binatang Ragunan Ikut Lomba 17 Agustusan
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Masuk Bursa Dirjen WHO 2027-2032
-
Aset Negara Hasil Pemulihan Korupsi Bisa Jadi Modal Pembangunan Nasional.
-
Di Forum ASEAN, Menaker Bawa Agenda Penguatan Keterampilan dan Pelindungan Pekerja
-
Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.