Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Raksasa AI Kerja Sama Bentuk Badan Keamanan

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Raksasa AI Kerja Sama Bentuk Badan Keamanan Doc: AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/BENJAMIN FANJOY
Ket. Sam Altman

WASHINGTON DC - Perusahaan-perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) terbesar di dunia saat ini sedang berupaya menciptakan badan standar, kata OpenAI, pembuat ChatGPT, pada Selasa (15/9). Pernyataan itu dilontarkan seiring meningkatnya kekhawatiran tentang bahaya AI dan tekanan untuk menciptakan versi teknologi yang lebih aman.

OpenAI mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Anthropic dan Google dalam sebuah ide yang berasal dari proposal Demis Hassabis dari Google DeepMind untuk sebuah model badan regulasi mandiri.

Pada Juli lalu, Hassabis menyerukan agar Amerika Serikat (AS) menciptakan sebuah organisasi yang akan menguji sistem AI paling canggih sebelum dirilis ke publik.

"Pendanaan perlu substansial dan kemungkinan besar sebagian besar berasal dari industri, untuk menarik talenta teknis kelas dunia dan menyediakan sumber daya komputasi yang diperlukan untuk pengujian skala besar," tulis Hassabis. 

Pada Selasa, CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan dukungannya untuk kolaborasi di seluruh industri dan mengakui kekhawatiran publik bahwa persaingan antar perusahaan dan negara dapat mengesampingkan keselamatan.

"Saya pikir ini bagus untuk industri kita untuk mengatakan bahwa kita ingin bersatu dan kita ingin dapat berkoordinasi dan memastikan kita memiliki cukup waktu untuk melakukan ini dengan aman," kata Altman pada konferensi yang diselenggarakan oleh Salesforce di San Francisco.

"Ketika ada indikasi bahwa beberapa orang di industri ini mungkin tidak melakukan hal yang benar, saya pikir saat itulah orang-orang menjadi sangat takut," imbuh Altman.

Kekhawatiran tentang keamanan AI telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, termasuk peringatan dari para pekerja yang mengundurkan diri dari perusahaan AI besar di tengah kekhawatiran tentang risiko industri tersebut.

Pekan lalu, peneliti Jacob Coxon meninggalkan Anthropic dan memperingatkan bahwa perusahaan AI sedang mempertaruhkan hidup kita semua. Coxon sebelumnya juga bekerja di OpenAI.

Pada Senin (14/9) lalu, mantan peneliti Google DeepMind, Bilal Chughtai, juga menggaungkan kekhawatiran yang diangkat oleh Coxon dan lainnya. "Saya sungguh percaya bahwa AI berpotensi membunuh kita semua, dan kita mungkin kehabisan waktu untuk menghindari hasil ini," tulis Chughtai di media sosial.

Perlambatan

Pada Sabtu (12/9) lalu, CEO Anthropic, Dario Amodei, menyerukan perlambatan laju pengembangan AI, sebuah sentimen yang didukung oleh CEO OpenAI, Sam Altman, Elon Musk, dan Hassabis.

Senator AS, Bernie Sanders, yang khawatir akan konsekuensi bencana dari AI, mengatakan bahwa para pemimpin teknologi tidak dapat dipercaya untuk menepati janji untuk memperlambat pengembangan atau menetapkan standar keselamatan.

"Ketika masa depan umat manusia dipertaruhkan, kita membutuhkan aturan keselamatan internasional yang mengikat, bukan standar sukarela dari industri," kata Sanders dalam sebuah acara keselamatan AI di Washington.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Megapolitan
Hingga Awal 2027, Stok Pupu...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.