Prestasi Akademik Mendunia! Dosen FEB UIN Jakarta Terpilih Jadi “Visiting Scholar” di Taiwan

Kamis, 17 Sep 2026, 05:54 WIB

JAKARTA - Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Dr Arisman terpilih menjadi salah satu peserta program ASEAN Visiting Scholars Program di Taiwan.

Arisman yang juga menjabat sebagai Direktur Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) bergabung dalam delegasi terbatas, terdiri atas enam dosen dan peneliti pilihan dari negara-negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Ket. Foto: Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Arisman (kanan) bersama para dosen dari Asia Tenggara yang terpilih untuk mengikuti ASEAN Visiting Scholars Program di Taiwan. — Sumber: Antara foto/HO UIN Jakarta

Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ibnu Qizam dalam keterangan di Jakarta, Rabu, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan riset di lingkungannya.

"FEB UIN Jakarta secara konsisten mengupayakan langkah internasionalisasi, bagi dosen maupun mahasiswa, melalui berbagai terobosan kerja sama global," katanya.

Ia menekankan bahwa hal ini salah satu upaya dalam memperkuat rekognisi akademik UIN Jakarta di tingkat global.

"Keterlibatan akademisi dalam jejaring riset internasional menjadi kunci penting, untuk membawa gagasan lokal ke panggung dunia, sekaligus memperkuat standar mutu perguruan tinggi," ujarnya.

Selama berada di Taipei, para akademisi itu dijadwalkan melakukan serangkaian dialog strategis, bersama jajaran pejabat tinggi dan pakar di Taiwan, guna membahas dinamika ekonomi serta politik kawasan.

Agenda kunjungan meliputi pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan, pimpinan Chung-Hua Institution for Economic Research, akademisi Tamkang University, serta jajaran eksekutif Industrial Technology Research Institute, dan Hsinchu Science Park Bureau.

Pertemuan itu dipandang strategis untuk memperdalam pemahaman lintas sektor, terutama mengingat fondasi hubungan bilateral Taiwan dan ASEAN, yang bertumpu pada sektor investasi, perdagangan, serta inovasi teknologi.

Program riset di Taiwan itu menjadi fellowship internasional keempat yang diraih Arisman, dalam rekam jejak akademisnya. Sebelumnya, ia pernah menjadi Research Fellow selama tiga bulan di Western Sydney University, Australia, melalui skema Australia Awards.

Selain itu, ia lulus seleksi program fellowship dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat di Washington DC serta menuntaskan program fellowship di Denmark Technical University (DTU), Kopenhagen, atas dukungan Danida Fellowship.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.