Pendidikan Kunci Putus Mata Rantai Kemiskinan
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 03:07 WIB | Oleh: Tim PenulisSementara itu, Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) Teuku Riefky mengatakan dari delapan fokus Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, pendidikan menjadi prioritas yang menentukan pencapaian prioritas lainnya.
“Satu-satunya prioritas yang mempengaruhi semuanya itu adalah pendidikan. Kalau pendidikannya bagus, kemiskinan juga bisa dientaskan, industri juga bisa tumbuh, ketahanan energi bisa terjaga dan seterusnya,” kata Riefky di Jakarta.
Ia mengatakan pembelanjaan yang berkualitas dan alokasi yang tepat menjadi penting untuk memastikan mutu pendidikan semakin baik.
“Tentu ini sangat kompleks, kita punya pemerintah pusat, lalu ada pemerintah daerah yang kadang juga kapasitas institusinya bisa sangat beragam,” katanya.
Meski demikian, ia mengapresiasi bahwa di tengah keterbatasan pembiayaan dan beragamnya kapasitas setiap daerah, kualitas pendidikan nasional terus mengalami peningkatan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan kunci Indonesia Emas 2045 adalah sumber daya manusia (SDM).
“Nah misalnya dari sisi lamanya sekolah saja. Kita menargetkan di tahun 2030 itu lebih dari 12 tahun tentunya. Tapi saat ini baru 8,9 tahun rata-rata anak Indonesia bersekolah. Nah kemudian belum kita bicara soal pendidikan tinggi. Angka partisipasi kasar pendidikan tinggi kita baru sekitar 32 persen,” kata Hetifah.
Ia mengatakan lulusan perguruan tinggi pun masih menghadapi persoalan dalam memperoleh pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja. Karena itu, menurut dia, kuncinya adalah memastikan pendidikan vokasi sesuai dengan kebutuhan industri nasional. Ant/and
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!