Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kamis, 17 Sep 2026, 04:43 WIB

BANJARMASIN - Basarnas menyiapkan operasi salvage dengan dukungan tim ahli dari Hong Kong, Amerika Serikat, dan Indonesia untuk memperluas opsi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di Laut Jawa, di tengah kendala cuaca.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan tim ahli dari luar negeri bersama tenaga ahli dalam negeri akan melakukan observasi dan asesmen terhadap kondisi kapal untuk menentukan langkah operasi serta kebutuhan sarana dan prasarana sebelum pelaksanaan salvage atau tindakan penyelamatan dan pengangkatan kapal yang mengalami kecelakaan.

Ket. Foto: Kepala Basarnas Mohammad Syafii (tengah) memberikan keterangan dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari keempat kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (16/9) malam. — Sumber: Antara foto

Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, terutama ketika kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat. Operasi itu sendiri dapat mencakup tindakan seperti mengamankan kapal, membalikkan posisi kapal, membuka atau mengakses bagian kapal, mencari dan mengevakuasi korban, serta kemudian memindahkan atau menarik kapal dari lokasi kecelakaan.

“Tim ahli yang dihadirkan kebanyakan dari Jakarta. Beberapa personel sudah ada di tempat kita, namun juga ada tim untuk melengkapi masih baru hadir besok kira-kira jam 10.00 pagi,” kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari keempat kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu malam.

Ia mengatakan tim yang telah berada di lokasi akan dilengkapi personel lainnya sebelum difasilitasi untuk melakukan observasi melalui udara. Setelah itu, tim kembali ke Banjarmasin untuk mengikuti rapat koordinasi berdasarkan hasil asesmen terhadap kondisi kapal.

Dari hasil rapat tersebut, katanya, tim akan menentukan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Peralatan dapat didatangkan dari Surabaya, wilayah Kalimantan, maupun daerah lain sesuai kondisi dan kebutuhan operasi di lapangan.

Syafii mengatakan operasi salvage disiapkan apabila pencarian bawah air belum dapat dilakukan akibat cuaca buruk di laut. Salah satu rencananya adalah membalikkan posisi kapal menggunakan balon agar tim dapat melakukan pencarian di dalam kapal sekaligus mengevakuasi korban.

Setelah proses SAR diyakini selesai, katanya, kapal baru akan ditarik untuk kepentingan penyelidikan atau investigasi. Pelaksanaan salvage akan menyesuaikan hasil observasi dan asesmen tim ahli terhadap kondisi kapal.

“Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman tim ahli, proses salvage membutuhkan waktu sekitar 24 jam apabila seluruh tahapan berjalan lancar, tetapi durasinya dapat bertambah apabila tim menghadapi kesulitan atau kondisi lain yang belum diketahui,” ujar Syafii.

KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin pada 12 September 2026.

Kapal tersebut dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak sebelum ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026 pukul 01.00 WIB.

Hingga Rabu (16/9) pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 114 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.

Dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8, sebanyak 129 orang masih belum ditemukan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.