- Home
-
- Luar Negeri
-
- Amerika Serikat Perketat I...
Amerika Serikat Perketat Isolasi Ekonomi Iran, 103 Kapal Dipaksa Ubah Haluan
Kamis, 17 Sep 2026, 01:00 WIBWashington - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan Washington menjalankan apa yang disebutnya sebagai "kampanye isolasi ekonomi terbesar" terhadap Iran dan pihak-pihak yang mendukungnya.
Dikutip dari Antara, Bessent mengatakan tekanan tersebut semakin berdampak terhadap perekonomian Iran.
"Kekuatan ekonomi kita memungkinkan AS menjalankan kampanye isolasi ekonomi terbesar dalam sejarah terhadap Republik Islam Iran dan pihak-pihak yang mendukungnya," kata Bessent dalam pernyataan pembuka di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS, Selasa (15/9).
Komite tersebut menggelar sidang tahunan bersama Menteri Keuangan untuk membahas kondisi sistem keuangan internasional.
Bessent mengatakan Presiden Donald Trump telah mengambil tindakan terhadap Iran yang sebelumnya ditunda oleh pemerintahan-pemerintahan terdahulu.
"Di bawah kepemimpinannya, Amerika tidak lagi mengelola ancaman Iran; kami mengakhirinya," kata Bessent. Ia mengatakan kekuatan ekonomi AS memungkinkan Washington memberikan tekanan "dari posisi yang kuat."
Bessent kemudian mengatakan ekonomi Iran berada dalam "kondisi yang sangat buruk", dengan mengutip apa yang disebutnya sebagai kejatuhan mata uang, inflasi yang melonjak, dan antrean panjang untuk mendapatkan bensin.
"Kita telah melihat mata uang jatuh, inflasi melonjak tinggi," katanya. Ia mengeklaim warga Iran harus mengantre bensin selama tiga hingga empat jam karena negara itu harus mengimpor bahan bakar.
Bessent mengaitkan tekanan tersebut dengan kombinasi blokade AS terhadap Iran dan Operasi Economic Outcast, kampanye Departemen Keuangan AS yang diluncurkan pada Agustus untuk menargetkan jaringan keuangan Iran dan entitas yang dituduh membantu Teheran menghindari sanksi AS.
"Operasi Economic Outcast dimungkinkan karena blokade tersebut," kata Bessent. Ia menambahkan bahwa Departemen Keuangan telah berbulan-bulan memetakan simpul-simpul dalam jaringan pembayaran yang digunakan Iran.
Departemen Keuangan AS meluncurkan Operasi Economic Outcast pada 24 Agustus dengan tujuan memutus saluran keuangan yang digunakan Iran untuk menjual minyak, menghindari sanksi, dan menghasilkan pendapatan.
Bessent juga mengatakan Washington akan memperketat penegakan terhadap entitas yang dituduh memfasilitasi perdagangan Iran dan membantu Teheran menghindari sanksi.
Dia mengatakan langkah-langkah terhadap pihak-pihak tersebut akan "mulai terasa dampaknya" pada 23 September dan diberlakukan sepenuhnya setelahnya.
"Kami tahu, bagi kalian yang memungkinkan rezim tersebut beroperasi, kalian tahu siapa kalian, kami tahu siapa kalian," kata Bessent. Ia menambahkan Departemen Keuangan akan menggunakan kewenangan sanksinya "dengan sangat tegas."
Bessent mengatakan Uni Emirat Arab (UEA) telah mengumumkan langkah untuk mengurangi transaksi keuangan dan perdagangan dengan Iran.
Blokade Laut
AS telah memaksa 103 kapal untuk mengubah haluan setelah kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, kata Komando Pusat AS (CENTCOM).
"Per 15 September, pasukan AS telah mengubah haluan 103 kapal komersial guna memastikan kepatuhan," tulis komando tersebut di X.
Pada 8 Juli, Presiden Trump menyatakan bahwa gencatan senjata yang dicapai dengan Iran pada malam 18 Juni tidak lagi berlaku. Sejak saat itu, militer AS telah melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran.
CENTCOM mengklaim telah merespons tindakan Teheran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Sementara itu, Iran melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan AS di seluruh Timur Tengah dan menuding Washington melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga berakhirnya campur tangan AS di kawasan tersebut, setelah kembali terjadi saling serang antara pihak-pihak yang terlibat konflik.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan
-
Gempa M 5,0 Guncang Manggarai, NTT! Ini Kabar Terbaru dari BMKG
-
Uni Eropa Siap Bantu Indonesia Cari Korban Gempa NTT dengan Satelit Copernicus
-
AS Hancurkan Tiga Tanker Minyak Iran, Selat Hormuz Kembali Membara
-
Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.