Pengentasan Kemiskinan Skala Besar Butuh Transformasi Ekonomi
📅 Rabu, 16 Sep 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiPublik katanya harus mampu membedakan perbedaan metodologi antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan bank dunia dalam mengukur tingkat kemiskinan. BPS mencatat 22,93 juta penduduk miskin atau 8,07 persen pada Maret 2026, dan angka ini turun. Sementara angka sekitar 197 juta dari Bank Dunia menggunakan standar yang jauh lebih tinggi, yaitu 8,30 dolar PPP per orang per hari.
“Jadi, bukan berarti 197 juta orang tiba-tiba menjadi miskin. Artinya, sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum mencapai standar hidup negara berpendapatan menengah atas,”ungkapnya.
Masalah utama kemiskinan RI jelasnya karena struktur ekonomi. “Kita sudah berhasil mengurangi kemiskinan, tetapi belum cukup berhasil menciptakan pertumbuhan yang membuat masyarakat rentan naik kelas secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!