- Home
-
- Megapolitan
-
- Blok M Disiapkan Jadi Mode...
Blok M Disiapkan Jadi Model TOD Jakarta Tanpa Hilangkan Karakternya
Selasa, 06 Okt 2026, 20:30 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan Blok M sebagai model pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan transportasi publik, ruang publik, aktivitas komersial, dan kehidupan perkotaan. Konsep tersebut ditandai dengan peluncuran desain transformasi Blok M Fase Ultimate oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Blok M Hub, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).
Pramono menegaskan transformasi Blok M harus mampu meningkatkan kualitas kawasan tanpa menghilangkan karakter yang selama ini menjadi daya tariknya. Blok M dikenal sebagai ruang berkumpul masyarakat, khususnya generasi muda, dengan aktivitas kuliner, hiburan, perdagangan, hingga kegiatan kreatif.
"Walaupun Blok M mengalami penyempurnaan, dibangun, direvitalisasi menjadi lebih baik, lebih modern, dan lebih tertata, saya berharap Blok M tidak kehilangan ruh utamanya. Karena bagaimanapun, ruh itulah yang menjadi salah satu kekuatan utama Blok M. Orang mengatakan Blok M ini menjadi âNegara Blok Mâ," ujar Pramono.
Menurut Pramono, kekuatan Blok M terletak pada kemampuannya menjadi ruang pertemuan berbagai aktivitas perkotaan yang mudah dijangkau melalui transportasi publik. Kawasan tersebut juga memiliki daya tarik bagi masyarakat yang ingin menikmati kuliner, hiburan, perdagangan, kreativitas, dan gaya hidup.
"Orang dari mana saja ketika datang ke Jakarta, terutama anak-anak muda, mereka selalu menyempatkan diri datang ke Blok M, mencari makanan yang baru, sesuatu yang viral, membeli sesuatu yang terjangkau. Itulah yang menjadi kekuatan Blok M," katanya.
Dalam konsep Fase Ultimate, ruang yang dapat dimanfaatkan ditargetkan meningkat sekitar 10 kali lipat dibandingkan kondisi saat ini. Sementara itu, ruang publik juga ditargetkan bertambah sekitar lima kali lipat untuk mendukung aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Transformasi Blok M juga dirancang sejalan dengan penguatan konektivitas transportasi di Jakarta. Pramono menargetkan pada 2029 jaringan MRT UtaraâSelatan, LRT Kelapa GadingâDukuh Atas, pedestrian deck Dukuh Atas, extended concourse Bundaran HI, serta pembenahan Taman Semanggi dapat semakin terintegrasi.
"Saya yakin pasti wajah kita, wajah Jakarta mudah-mudahan lebih ceria, lebih bersahabat, dan muncullah ânegara-negara Blok Mâ baru," ujarnya.
Pramono berharap konsep pengembangan kawasan seperti Blok M dapat diterapkan secara bertahap di sejumlah titik strategis lainnya. Beberapa kawasan yang disebut antara lain Pasar Baru, Glodok Pecinan, hingga Kota Tua.
"Saya membayangkan Pasar Baru menjadi Myeong-dong-nya Jakarta. Kemudian kita jalan sedikit sampai dengan Glodok Pecinan, wajahnya juga kita lakukan perbaikan, dan ujungnya terakhir di Kota Tua," kata Pramono.
Meski transformasi kawasan dilakukan dalam skala besar, Pramono menegaskan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Blok M tidak boleh terhenti selama proses pembangunan. Menurutnya, keberlangsungan aktivitas menjadi bagian penting dari karakter kawasan yang harus tetap dijaga selama masa transisi.
"Yang jelas, sebelum nanti dijawab oleh Pak Dirut, Blok M enggak boleh berhenti. Blok M enggak boleh apa, napasnya itu tidak tersambungkan. Jadi Blok M itu harus ada terus karena memang di sini seluruh aktivitas sekarang ini tidak pernah terputus," tegasnya.
Pramono meminta PT MRT Jakarta bersama pengembang memastikan pelaku usaha dan masyarakat tetap dapat beraktivitas selama masa transisi. Ia juga menekankan pengembangan Blok M harus menjaga keseimbangan antara budaya, ekonomi, komersial, dan kehidupan urban.
"Secara khusus saya meminta kepada jajaran MRT dan juga Intiland untuk tetap memegang konsep utama mengenai Blok M, yaitu tempat sesuatu yang bersifat live, tempat untuk bekerja yang tidak pernah putus, tempat yang terkoneksi dengan segala sesuatu di seluruh dunia, tempat segala sesuatu yang melihat kemajuan anak-anak muda, dan juga tradisi budaya yang baru yang merupakan kolaborasi yang datang dari mana saja," tuturnya.
Pramono menyebut Blok M dapat menjadi contoh penerapan kawasan berbasis TOD di Jakarta. Menurutnya, pengembangan tersebut menunjukkan bagaimana sarana transportasi dapat diintegrasikan dengan ruang publik, kawasan komersial, dan aktivitas warga sehingga memberikan dampak lebih luas bagi kawasan.
"Ini adalah sebagai contoh bahwa TOD yang dikembangkan di sarana transportasi yang ada, sehingga ini akan memberikan dampak yang luar biasa," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan saat ini terdapat 332 tenant yang beraktivitas di kawasan Blok M. Seluruh tenant tersebut akan menjalani proses transisi sebelum pembangunan dimulai agar kegiatan usaha tetap berjalan selama proses pengembangan kawasan.
"Pada saat nanti kita lakukan pembangunan, sebelum groundbreaking, kami menjamin semua tenant itu kami lakukan transisi. Transisi nanti tempatnya kami lakukan di satu tempat. Jadi tidak pernah lepas, tetap melakukan operasi," jelas Tuhiyat.
Tuhiyat juga memastikan layanan transportasi publik tetap berjalan selama proses pembangunan Blok M. TransJakarta akan tetap beroperasi dan PT MRT Jakarta akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Perhubungan, untuk mengatur kebutuhan mobilitas selama pembangunan berlangsung.
"Pada saat pembangunan berlangsung, TransJakarta tetap berlangsung yang nanti kami akan cari jalan keluarnya bersama para OPD yang terkait dengan itu, terutama Dinas Perhubungan. Itu akan terus berlangsung," tandasnya.
Dengan konsep Fase Ultimate, transformasi Blok M diarahkan bukan hanya untuk memperbarui kawasan secara fisik, tetapi juga memperkuat fungsi Blok M sebagai ruang publik dan pusat aktivitas masyarakat. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menghadirkan kawasan yang lebih modern dan terintegrasi tanpa menghilangkan karakter serta aktivitas yang selama ini menjadi identitas Blok M.
- Transportasi Publik
- Gubernur DKI Pramono Anung
- MRT Jakarta
- Blok M
- Blok M Hub
- Transit Oriented Development (TOD)
- Pemprov DKI dan MRT
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Izin Usaha di Jakarta Akan Terus Dipermudah
-
Pencarian Dihentikan, Gubernur Banten Pastikan Terus Dampingi Keluarga Jurnalis dan ABK
-
Transjakarta Bakal Kelola Transportasi Udara, Pemprov DKI Siapkan Fasilitas
-
Bukan Cuma Tempat Transit, Blok M Hub Bakal Disulap Jadi Kawasan Mixed-Use, Ini 5 Transformasi yang Disiapkan
-
Lain dari pada yang Lain, Kampung Atlet Terapung di Kapal Pesiar Costa Serena
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.