- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jaringan Kereta Api Beland...
Jaringan Kereta Api Belanda Lumpuh akibat Dugaan Sabotase
Rabu, 16 Sep 2026, 10:30 WIBDEN HAAG - Perjalanan kereta api di sebagian besar wilayah Belanda terhenti pada Selasa (15/9) setelah pihak berwenang menduga adanya aksi sabotase terkoordinasi dengan memasang pipa di rel kereta api di beberapa lokasi.
Transportasi kereta api di sebagian besar wilayah tengah dan timur negara itu praktis tidak mungkin dilakukan setelah pihak berwenang menemukan benda-benda di rel di sekitar 30 tempat terpisah.
"Benda-benda ditemukan di beberapa lokasi di rel yang sengaja ditempatkan di sana," kata operator kereta api ProRail dalam sebuah pernyataan. "Ini menyebabkan kerusakan pada sebagian jalur. Tampaknya ada unsur sabotase," imbuh operator tersebut.
ProRail mengatakan sistem komputernya menginterpretasikan benda di rel sebagai tanda bahwa bagian tersebut sedang digunakan, meskipun tidak ada kereta api yang lewat. Sistem kemudian menyalakan semua lampu di bagian tersebut menjadi merah, yang berarti tidak ada kereta api yang dapat lewat.
Satu kereta api memang menabrak salah satu pipa tersebut tetapi tidak ada korban luka, kata juru bicara ProRail, Joke van der Cruysen.
"Siapa yang bertanggung jawab atas hal ini dan apa motifnya belum diketahui," kata jubir ProRail itu seraya menambahkan bahwa penyelidikan polisi sedang berlangsung.
Dampaknya juga terasa pada lalu lintas jalan raya, karena perlintasan kereta api juga mengalami kerusakan akibat sabotase tersebut.
Sekitar pukul 3 sore waktu setempat, penghalang telah disingkirkan dari rel dan lalu lintas dapat kembali normal.
Perdana Menteri Rob Jetten menggambarkan dugaan sabotase tersebut sebagai mengganggu dan mengancam jiwa. "Kita sekarang harus dengan tenang menunggu penyelidikan polisi. Polisi dan dinas keamanan melakukan segala yang mereka bisa untuk melacak para pelaku," ucap PM Jetten.
Aksi tersebut bertepatan dengan Hari Pangeran, ketika pemerintahmemaparkan rencana anggarannya.
Hari Selasa juga menyaksikan protes oleh para petani yang marah atas rencana pemerintah, yang membakar tumpukan jerami di sepanjang beberapa jalan pedesaan.
Menurut otoritas transportasi, tidak ada jalan yang ditutup akibat protes para petani, dan mereka juga mengatakan tidak ada penundaan besar dalam lalu lintas jalan.
Pasukan Pertahanan Petani telah mengumumkan bahwa mereka akan melakukan aksi protes bertepatan dengan Hari Pangeran, tetapi tidak jelas apakah para petani juga berada di balik sabotase kereta api tersebut.
Kelompok iklim Extinction Rebellion juga aktif, melemparkan cat merah ke rute yang dilalui Raja Willem-Alexander ke parlemen untuk menyampaikan pidato Hari Pangerannya.
Namun, kelompok tersebut membantah terlibat dalam sabotase kereta api tersebut.
"Menempatkan material di atas rel sangat berbahaya dan tidak dapat diterima, dan untungnya, hal itu tidak menyebabkan kecelakaan hari ini," kata ProRail.
"ProRail sangat menyesalkan gangguan yang dialami oleh para penumpang dan pengirim barang hari ini," pungkas mereka. ils/AFP/I-1
Berita Terkait:
-
Hari Ini, Mantan Menag Yaqut Cholil Bacakan Nota Perlawanan atas Dakwaan Korupsi Kuota Haji
-
Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut
-
Berpotensi Melemah Lanjutan, 29 Juli 2026
-
Wali Kota Bandung Ingatkan ASN Tiga Prioritas Pelayanan Publik
-
Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.