Basarnas Perluas Pencarian 129 Korban KM Virgo

Rabu, 16 Sep 2026, 03:23 WIB

Banjarmasin - Basarnas memperluas area pencarian 129 korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan dari 2.600 menjadi 4.600 mil laut di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada hari ketiga operasi SAR, Selasa (15/9).

Dikutip dari Antara, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator mengatakan perluasan dilakukan dari titik koordinat kecelakaan dengan membagi wilayah operasi menjadi enam sektor.

Ket. Foto: Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator (kiri) memberikan keterangan di sela-sela proses evakuasi 22 korban selamat kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026). — Sumber: Antara

“Hari ini luas pencarian untuk wilayah perairan atau laut 4.600 mil laut, jadi hampir dua kali lipat dari hari kemarin. Dibagi menjadi enam sektor,” kata Putu saat menyampaikan perkembangan operasi SAR di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa.

Pada hari kedua, Senin (14/9), Basarnas melakukan pencarian dengan cakupan hingga 2.600 mil laut dari titik acuan kecelakaan atau datum. Operasi dilakukan secara paralel dengan pola pencarian yang disusun agar jalur antarsektor tidak saling bersinggungan.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii sebelumnya mengatakan pola tersebut diterapkan agar seluruh wilayah pencarian dapat ditelusuri secara optimal.

“Pencarian mulai dari posisi datum, kemudian sektor dan pola operasi yang sudah kita arahkan. Rata-rata semua sektor memang kita laksanakan operasi secara paralel,” kata Syafii.

Hingga Selasa (15/9) pukul 09.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi 114 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Dengan demikian, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang yang berada di kapal.

Dari 114 korban yang ditemukan, 110 orang telah tiba di Banjarmasin, terdiri atas 108 korban selamat dan dua korban meninggal dunia. Sementara empat korban meninggal dunia lainnya masih dalam proses evakuasi menggunakan armada udara menuju Lanud Syamsudin Noor untuk kemudian dibawa ke rumah sakit.

Salah satu korban selamat, anak buah kapal (ABK) KM Virgo Transport 8, Akmal, mengungkapkan kapal tiba-tiba miring dan tenggelam dalam waktu kurang dari lima menit.

“Saya lagi tidur, pas bangun kapal sudah miring. Saya lari ke kamar, ambil pelampung, terus lompat ke laut,” kata Akmal setelah dievakuasi dan tiba di Pelabuhan Trisakti, Selasa.

Akmal mengatakan kondisi kapal masih normal sebelum dirinya tertidur. Ia tidak merasakan guncangan maupun tanda air masuk ke dalam kapal sebelum kapal mulai miring.

“Pas tenggelam enggak lama, enggak sampai lima menit kapal tenggelam,” ujarnya.

Ia juga melihat sejumlah penumpang melompat ke laut setelah kapal terbalik.

“Saat kapal mulai terbalik saya melihat banyak orang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri, orang-orang itu masih hidup saat sudah di air,” katanya.

Akmal yang bekerja sekitar tiga bulan di kapal tersebut mengatakan belum pernah mengalami kejadian serupa. Ia juga mengaku tidak mengetahui informasi mengenai perkiraan gelombang setinggi dua hingga tiga meter sebelum kapal berangkat karena hanya mengikuti perintah berlayar sesuai jadwal.

KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). SB/and

  • operasi sar

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.