Drone Russia Hantam Kereta Api Ukraina, Rombongan Diplomat Eropa dan AS Diduga Jadi Target

Senin, 14 Sep 2026, 14:31 WIB

Sebuah drone Russia menghantam kereta api di dekat perbatasan Ukraina-Polandia tak lama setelah mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan para pejabat keamanan Eropa terkemuka melewati daerah tersebut.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan setelah serangan di Yahodyn, yang mengenai mesin kereta api. Semua penumpang telah dievakuasi, kata pihak berwenang Ukraina.

Ket. Foto: Momen serangan Russia menghantam dekat perbatasan Ukraina-Polandia — Sumber: BBC

Johnson dan para penasihat keamanan nasional Eropa lainnya, termasuk Jonathan Powell dari Inggris, telah melewati jalur yang sama dengan kereta yang berbeda dalam perjalanan pulang dari sebuah konferensi di Kyiv.

Russia mengatakan telah menyerang "infrastruktur kereta api" di Ukraina barat, tetapi perusahaan kereta api Ukraina, Ukrzaliznytsia, mengatakan "sangat mungkin, target drone ini adalah kereta diplomatik".

Mantan kepala CIA, David Petraeus, yang berada di kereta lain di stasiun Yahodyn pada saat serangan itu terjadi, mengatakan insiden tersebut "mengerikan".

Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, Petraeus mengatakan, "Ini adalah tindakan seorang pemimpin yang benar-benar biadab yang mencoba meneror warga sipil Ukraina."

Dalam sebuah pernyataan, Ukrzaliznytsia mengatakan kereta diplomatik "telah berangkat lebih awal dari yang diperkirakan karena perubahan jadwal... akibat ancaman serangan Russia yang terus-menerus".

Disebutkan juga, perintah evakuasi untuk penumpang di kereta yang terkena serangan telah diberikan "15 menit" sebelum serangan oleh pesawat tak berawak bertenaga jet Russia.

Baik pihak berwenang Ukraina maupun Polandia mengatakan drone Russia tersebut telah menyerang sejauh 2 km (1,2 mil) dari perbatasan Polandia.

Mantan Perdana Menteri Swedia Carl Bildt, yang juga menghadiri konferensi di Kyiv, mengatakan kepada BBC bahwa penumpang di kereta yang ditumpanginya telah diberitahu untuk bersiap-siap evakuasi sebelum kemudian diizinkan melanjutkan perjalanan mereka.

"Di kereta yang saya tumpangi, kami menerima perintah untuk bersiap evakuasi setelah kereta berhenti. Tetapi setelah beberapa menit, kami diberitahu bahwa keadaan sudah aman dan kami bisa melanjutkan perjalanan," katanya.

Kereta itu kemudian tiba dengan selamat di stasiun perbatasan Polandia di Dorohusk.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa Bildt berada di kereta yang sama dengan Johnson, tetapi mantan perdana menteri Inggris itu belum mengkonfirmasi detail apa pun.

"Saya tidak tahu logika sesat apa yang mendorong Putin untuk meledakkan lokomotif Ukraina yang sedang berhenti di perbatasan Polandia pagi ini," tulis Johnson di X.

Dia mengatakan ini adalah "jenis serangan acak dan tidak masuk akal yang dialami warga Ukraina setiap hari - bahkan di jalur kereta api sipil". Ia mendesak sekutu Kyiv untuk segera menyediakan "pertahanan udara yang dibutuhkan" bagi warga Ukraina.

Ukraina telah berulang kali memohon kepada sekutunya - khususnya AS - untuk menyediakan lebih banyak pencegat rudal guna mempertahankan diri dari serangan harian Russia yang semakin sering menggunakan rudal balistik berkecepatan tinggi dan pesawat tak berawak bertenaga jet.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan "serangan barbar" di perbatasan Ukraina-Polandia di Yahodyn tersebut sama dengan "teror [Presiden Russia Vladimir] Putin yang 'mengetuk' langsung pintu Uni Eropa dan NATO". Ia kembali menyerukan sanksi lebih lanjut terhadap Moskow.

"Putin perlu memahami bahwa kebiadabannya akan ditanggapi dengan tindakan tegas yang akan meningkatkan biaya perang baginya hingga ke tingkat yang tidak dapat diterima. Ini satu-satunya cara untuk menghentikannya," katanya.

Di Polandia, Perdana Menteri Donald Tusk mengadakan pertemuan darurat untuk membahas perkembangan terkini.

"Peningkatan aksi dari pihak Russia menjadi kenyataan, dan mereka semakin mendekati perbatasan kita."

Johnson dan para penasihat keamanan top Eropa lainnya sedang dalam perjalanan pulang dari konferensi Yalta European Strategy (YES) di Kyiv - sebuah acara tahunan yang mempertemukan para pemimpin dan pakar dari bidang politik, bisnis, keamanan, dan media massa.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.