Digelar di Semarang, MTQ Jadi Instrumen Pembinaan Al Quran yang Inklusif dan Lintas Generasi
Senin, 14 Sep 2026, 10:20 WIBJAKARTA - Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, menjadi instrumen pembinaan Al Quran yang inklusif dan menjangkau lintas generasi.
âMTQ Nasional sebagai instrumen pembinaan Al Quran yang inklusif dan menjangkau lintas generasi,â ujar Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
MTQ Nasional XXXI digelar pada 11â20 September 2026 diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi yang akan berkompetisi dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah.
Abu Rokhmad mengatakan cakupan kompetisi MTQ Nasional XXXI dirancang menjangkau peserta dari berbagai kelompok usia dan bidang keahlian Al Quran. Kompetisi mencakup kategori anak-anak hingga dewasa, tilawah, qiraat, hafalan, tafsir, hingga cabang yang menguji kemampuan intelektual dan seni Al Quran.
Menurutnya, peserta akan berlaga dalam beragam kategori, mulai dari hafalan satu juz hingga 30 juz, serta tafsir Al Quran dalam tiga bahasa.
Keragaman cabang tersebut menunjukkan pembinaan Al Quran tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga pemahaman, penafsiran, penulisan, dan pengembangan seni yang berkaitan dengan Al Quran.
Dari sisi penilaian, penyelenggara menyiapkan 155 Dewan Hakim untuk mengawal seluruh proses kompetisi. Mereka telah melalui tahapan penyiapan sesuai dengan standar penyelenggaraan MTQ Nasional, dengan independensi, objektivitas, dan profesionalitas, menjadi aspek penting untuk menjaga kredibilitas hasil musabaqah.
âIndependensi, objektivitas, dan profesionalitas Dewan Hakim menjadi variabel kunci yang kami jaga ketat agar hasil kompetisi tetap kredibel dan diterima oleh seluruh kafilah,â kata Abu Rokmad yang juga Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) itu.
Kompetisi berlangsung secara serentak di 12 lokasi yang tersebar di Kota Semarang, ditambah satu titik registrasi kafilah. Dengan demikian, terdapat 13 titik operasional yang dikelola secara simultan selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.
Pengelolaan banyak lokasi tersebut menjadi bagian penting dari koordinasi panitia agar setiap cabang dapat berlangsung tertib dan tepat waktu.
Selain kompetisi, penyelenggara menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung untuk memperluas manfaat MTQ bagi masyarakat. Rangkaian tersebut meliputi Kemenag Expo, Bazar UMKM dan Produk Halal, Pameran Mushaf dan Khazanah Manuskrip Al Quran, Muzakarah Ilmiah Al Quran, serta Panggung Seni dan Budaya Islami.
Sebelumnya Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang membuka MTQ Nasional pada Sabtu (12/9) malam berharap ajang MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah menjadi momentum untuk melahirkan sikap Qurani.
âAl Quran diturunkan untuk dibaca, dipahami, dan ditadaburi pesan-pesannya,â kata Menag.
Di dalam keluarga, kata dia, sikap Qurani hadir dalam kasih sayang, tanggung jawab, musyawarah, dan kemampuan menjaga kehormatan satu sama lain.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pentagon Kaji Ulang Kehadiran Militer AS di Timur Tengah
-
MTQ Nasional Resmi Dibuka di Semarang, Dihadiri 14 Gubernur dan 7 Wagub
-
Miris, Lima Atlet Panjat Tebing jadi Korban Pelecehan Seksual Pelatih
-
Peringati HUT Ke-81 RI, Wagub Bengkulu Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Ibu Fatmawati
-
Gubernur Pramono Anung Pastikan Beasiswa LPDP Jakarta Jalan dan Sekolah Dibenahi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.