BPH Migas: Antrean BBM di Makassar Bisa Diurai atas Kerja Sama Berbagai Pihak

Senin, 14 Sep 2026, 09:04 WIB

MAKASSAR – Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, mengatakan kerja sama berbagai pihak berhasil mengurai antrean panjang kendaraan pembeli BBM di SPBU di Kota Makassar dan sekitarnya sehingga tidak menimbulkan kemacetan.

"Terima kasih semuanya sehingga masyarakat bisa terlayani dengan baik saat membeli BBM," kata Wahyudi Anas di Makassar, Senin (14/9).

Ket. Foto: Kepala BPH Migas Wahyudi Anas (kiri) saat berdialog dengan seorang pembeli BBM di sebuah SPBU di Kota Makassar, Minggu (13/9/2026). — Sumber: ANTARA

Dalam tiga hari terakhir antrean kendaraan pembeli bahan bakar minyak (BBM) membludak hingga lebih dari 50 persen sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.

Berdasarkan pantauan pada Senin pagi, antrean pembeli BBM di SPBU di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, sudah terlihat normal hanya belasan kendaraan yang mengantre sehingga petugas SPBU lancar melayani konsumen.

Dia mengatakan berbagai pihak yang terlibat dalam mengurai antrean tersebut antara lain PT Pertamina Patra Niaga, Dirjen Migas, Pemprov Sulawesi Selatan, Pemkot Kota Makassar, aparat TNI dan Polri, serta pihak lainnya.

Pemerintah setempat dalam situasi ini telah menerbitkan aturan agar pembelian BBM disesuaikan dengan ganjil-genap nomor polisi. Selain itu, kendaraan besar seperti truk dan bus harus antre membeli BBM di malam hari sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.

Wahyudi mengakui banyaknya antrean kendaraan pembeli BBM itu akibat bertambahnya permintaan serta adanya kekuatiran masyarakat terhadap kelangkaan bahan bakar.

"Tentu saja pemerintah tak tinggal diam menghadapi situasi dan memastikan stok BBM aman untuk masyarakat," ujarnya.

Selain itu, pihak Pertamina juga telah menambah pasokan BBM dan menambah waktu operasional SPBU untuk melayani masyarakat sehingga antrean kendaraan sudah normal.

"Jadi, beli BBM secara wajar dan tak usah takut kehabisan. Stok aman dan terkendali," ujarnya.

BPH Migas dan Pertamina dalam dua hari terakhir juga memantau langsung sejumlah SPBU di Kota Makassar guna memastikan masyarakat mendapatkan BBM sesuai jatahnya.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Amran Sulaiman meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu kelangkaan BBM. "Pemerintah memastikan stok BBM aman dan terkendali jadi jangan jangan kuatir," ujarnya.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.