Berkat Inovasi JAKI, Jakarta Raih Penghargaan Outstanding City di WSCE 2026 Awards Korsel

Minggu, 13 Sep 2026, 10:10 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Jakarta Smart City (JSC) meraih penghargaan kategori Outstanding City–Overseas Cities dalam World Smart City Expo (WSCE) 2026 Award di Busan, Korea Selatan atas inovasi Jakarta Kini (JAKI).

Inovasi ini dinilai mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kota berbasis teknologi.

Ket. Foto: Unit Pengelola Jakarta Smart City (JSC) Pemprov DKI Jakarta meraih penghargaan kategori Outstanding City–Overseas Cities dalam World Smart City Expo (WSCE) 2026 Award di Busan, Korea Selatan. — Sumber: Pemprov DKI

"Penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab persoalan perkotaan dan meningkatkan kualitas layanan publik," kata Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City, Ponirin Ariadi Limbong, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Limbong mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas pengembangan JAKI sebagai platform layanan digital yang terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Saat ini, JAKI telah berkembang dari sekadar aplikasi pengaduan menjadi pusat integrasi 107 layanan publik dari 61 perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Adapun WSCE 2026 berlangsung pada 9–11 September 2026 dan mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas perkembangan kota cerdas.

Penghargaan tahun ini mengapresiasi kota dan institusi yang menunjukkan inovasi dalam pengembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).

Dalam rangkaian WSCE 2026, Limbong didapuk sebagai pembicara pada panel bertajuk “Jakarta as a Global City: Digital Integration for Sustainable Public Services”.

Dia memaparkan strategi Jakarta memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pembangunan kota berkelanjutan.

Materi yang disampaikan mencakup integrasi lebih dari 100 layanan publik melalui JAKI, sistem transportasi terpadu JakLingko, ekosistem UMKM JakPreneur, serta pengelolaan sampah berbasis teknologi 'Waste to Energy".

Limbong menambahkan, transformasi digital perlu diikuti penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kolaborasi antar kota.

Melalui Jakarta-Seoul Connect, Pemprov DKI Jakarta bersama Seoul National University Global R&DB Center menjajaki pengembangan program peningkatan kapasitas pemimpin sektor publik melalui pembelajaran daring yang disesuaikan dengan kebutuhan Jakarta.

Program tersebut berpotensi dikembangkan untuk mendukung peningkatan kapasitas aparatur di kota-kota lain di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengatakan penghargaan terhadap inovasi JAKI menunjukkan pengembangan layanan digital Jakarta sejalan dengan agenda pembangunan kota global yang menempatkan kebutuhan dan partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dalam pemerintahan.

"Penghargaan ini menunjukkan bahwa upaya Jakarta membangun layanan digital yang dekat dengan masyarakat mendapat apresiasi internasional," kata dia.

Dia menambahkan, JAKI menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju kota global yang memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kepercayaan, membuka ruang partisipasi, dan merespons kebutuhan masyarakat secara terintegrasi.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.