US Open: Sabalenka Selangkah Lagi Cetak Sejarah, Rybakina Menanti di Final
Jumat, 11 Sep 2026, 13:26 WIBNEW YORK â Aryna Sabalenka semakin dekat dengan sejarah. Petenis nomor satu dunia asal Belarusia itu melaju ke final US Open setelah tampil dominan menyingkirkan unggulan ketiga asal Amerika Serikat, Jessica Pegula, dua set langsung, 7-5, 6-2, Jumat (11/9).
Kemenangan di Arthur Ashe Stadium memastikan Sabalenka kembali tampil di partai puncak US Open sekaligus menjaga peluangnya menjadi perempuan ketiga yang mampu merebut tiga gelar US Open secara beruntun, setelah Chris Evert dan Serena Williams.
Namun, langkah terakhir menuju sejarah tidak akan mudah. Sabalenka akan menghadapi unggulan keempat Elena Rybakina di final, Sabtu.
Rybakina memastikan tiket ke partai puncak setelah bangkit mengalahkan juara US Open 2023, Coco Gauff, dalam pertarungan tiga set, 3-6, 6-4, 6-4.
Final tersebut juga memiliki arti penting bagi persaingan peringkat dunia. Keberhasilan Rybakina mencapai semifinal sudah memastikan Sabalenka kehilangan posisi nomor satu dunia yang selama ini dikuasainya.
Sabalenka tampil nyaris tanpa cela saat menghadapi Pegula. Pukulan groundstroke keras dan servis agresif membuat petenis Amerika itu kesulitan mengembangkan permainan.
Sabalenka mengakui dirinya tampil dengan motivasi yang sangat besar setelah melalui periode musim panas yang tidak terlalu memuaskan. Sebelumnya, ia sempat mencatat kemenangan beruntun di Indian Wells dan Miami pada Maret.
âSaya sangat bernafsu. Saya benar-benar ingin mencapai final dan tentu saja saya ingin melangkah sampai akhir,â kata Sabalenka.
âPola pikir saya adalah saya siap. Saya siap melakukan apa pun yang diperlukan untuk meraih kemenangan.â
Sabalenka sebenarnya sempat frustrasi karena kesulitan mendapatkan peluang dari servis Pegula pada set pertama. Namun, ia mampu menjaga fokus hingga akhirnya memperoleh kesempatan pada gim ke-12.
Saat Pegula melakukan servis dalam posisi tertinggal 5-6, tekanan Sabalenka meningkat. Petenis Amerika itu langsung tertinggal 0-40.
Pegula mampu menyelamatkan satu set point, tetapi tidak mampu menghindari kesempatan berikutnya. Kesalahan pengembalian membuat Sabalenka mengamankan set pertama 7-5.
Memasuki set kedua, Sabalenka semakin agresif menyerang servis kedua Pegula. Ia mendapatkan break untuk unggul 3-1 setelah forehand kerasnya menghujam sudut lapangan.
Sabalenka kemudian menutup pertandingan dengan break kedua melalui forehand keras lainnya.
âSaya pikir level permainannya benar-benar sangat tinggi,â kata Pegula.
âSejujurnya, saya tidak tahu apakah ada banyak hal yang bisa saya lakukan hari ini.â
Final US Open akan menjadi kesempatan Rybakina untuk kembali mengalahkan Sabalenka dalam pertandingan Grand Slam.
Keduanya terakhir bertemu di final Australian Open pada Januari. Saat itu, Rybakina mengalahkan Sabalenka dan meraih gelar Grand Slam keduanya.
Namun, Rybakina menyadari dirinya harus meningkatkan performa jika ingin kembali menaklukkan Sabalenka di Flushing Meadows.
âSaya merasa harus meningkatkan permainan, melakukan servis jauh lebih baik daripada hari ini dan tetap agresif,â ujar Rybakina.
Menghadapi Gauff, Rybakina sempat berada dalam tekanan. Gauff mengawali pertandingan dengan baik dan mendapatkan satu-satunya break pada set pertama untuk memimpin 4-2.
Petenis Amerika itu kemudian menutup set pertama tanpa kehilangan satu poin dalam gim servisnya.
Namun, Rybakina langsung merespons pada set kedua. Ia merebut servis Gauff dan memimpin 4-1.
Gauff bangkit. Dukungan penonton di Arthur Ashe Stadium membangkitkan semangatnya hingga berhasil melakukan break dan menyamakan kedudukan menjadi 4-4.
Gauff Gagal Memanfaatkan Momentum
Gauff sebenarnya memiliki peluang untuk mempertahankan momentum. Namun, kesalahan ganda pada gim ke-10 memberinya masalah besar.
Double fault tersebut membuat Rybakina mendapatkan dua set point. Petenis Kazakhstan itu langsung memanfaatkannya untuk memaksakan set ketiga.
Pada set penentuan, Rybakina kembali mendapatkan break untuk unggul 5-3. Gauff tidak menyerah dan langsung membalas dengan break.
Namun, Rybakina mampu mengamankan gim berikutnya untuk memastikan kemenangan.
Sebuah volley cerdik membuat Rybakina mendapatkan dua match point. Gauff kemudian gagal mengembalikan smash terbuka dengan sempurna dan mengirim bola keluar.
Pertandingan pun berakhir.
âSaya merasa sedikit beruntung saat menghadapi servisnya. Beberapa return dalam dan satu kesalahan darinya membuat momentum dengan cepat berpihak kepada saya,â kata Rybakina.
âItu benar-benar sebuah pertarungan.â
Gauff mengakui pertandingan ditentukan oleh detail-detail kecil.
âSejujurnya, semuanya ditentukan oleh beberapa gim servis saya di kedua set dan saya tidak mampu mempertahankannya,â ujar Gauff.
âSaya pikir dia mampu bertahan sedikit lebih baik daripada saya malam ini.â
Sementara itu, harapan Amerika Serikat untuk meraih gelar tunggal di rumah sendiri masih terbuka melalui sektor putra.
Semifinal putra akan digelar Jumat dengan mempertemukan sesama petenis Amerika, Ben Shelton dan Frances Tiafoe.
Shelton, unggulan kedelapan, mencatat kemenangan terbesar dalam kariernya setelah menyingkirkan juara bertahan dan pemilik tujuh gelar Grand Slam, Carlos Alcaraz, dalam pertarungan lima set yang berakhir pukul 03.34 dini hari.
Kini, Shelton dan Tiafoe akan bertarung untuk mengakhiri penantian panjang Amerika Serikat dalam sektor tunggal putra Grand Slam.
Amerika terakhir kali memiliki juara tunggal putra Grand Slam ketika Andy Roddick menjuarai US Open pada 2003.
Pemenang duel Shelton-Tiafoe akan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara unggulan pertama sekaligus juara French Open, Alexander Zverev, dan petenis Rusia nonunggulan Karen Khachanov.
Dengan demikian, panggung US Open memasuki fase penentuan. Sabalenka memburu sejarah, Rybakina mengincar gelar Grand Slam ketiganya, sementara publik Amerika berharap Shelton atau Tiafoe mampu mengakhiri paceklik gelar tunggal putra yang telah berlangsung selama 23 tahun.
- Aryna Sabalenka
- Elena Rybakina
- coco gauff
- jessica pegula
- US Open 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Bulog Siapkan 20 Ton Beras Per Kabupaten Terdampak Gempa di Flores, Stok Tambahan Siap Dikirim
-
Semangat Kemerdekaan Bersama Whoosh
-
SAR Palembang Cari Siswa Tenggelam di Sungai Musi
-
Sabalenka Kalahkan Pegula, Melaju ke Final US Open Keempat Kalinya Secara Beruntun
-
Remisi HUT Ke-81 RI, 7.555 Warga Binaan Jakarta Dapat Pengurangan Hukuman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.