US Open: Sabalenka Lolos ke Final Usai Singkirkan Pegula, Selangkah Lagi Cetak Sejarah

Jumat, 11 Sep 2026, 08:06 WIB

NEW YORK – Aryna Sabalenka semakin dekat dengan sejarah. Unggulan pertama asal Belarusia itu melaju ke final US Open setelah tampil dominan untuk mengalahkan unggulan ketiga asal Amerika Serikat, Jessica Pegula, dua set langsung, 7-5, 6-2, Jumat (11/9) WIB.

Kemenangan di Arthur Ashe Stadium tersebut memastikan Sabalenka mencapai final US Open untuk ketiga kalinya secara beruntun. Ia kini tinggal selangkah lagi untuk mencetak sejarah sebagai perempuan ketiga yang mampu meraih tiga gelar US Open berturut-turut.

Ket. Foto: Aryna Sabalenka dan Jessica Pegula berjabat tangan usai laga semifinal US Open, Jumat (11/9). — Sumber: WTA

Sabalenka berambisi menyamai pencapaian dua legenda tenis putri, Chris Evert dan Serena Williams, yang pernah menjadi juara US Open tiga kali berturut-turut.

Petenis berusia 28 tahun itu kembali menunjukkan dominasinya atas Pegula. Ia sebelumnya juga mengalahkan petenis Amerika tersebut dalam perjalanan menuju gelar US Open pada tahun 2024 dan 2025.

Di final, Sabalenka akan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara unggulan kedua Elena Rybakina dan unggulan keempat Coco Gauff.

Gauff bukan lawan asing bagi Sabalenka. Petenis Amerika tersebut mengalahkan Sabalenka di final US Open 2023.

Sabalenka mengaku sangat puas dengan penampilannya saat menghadapi Pegula. Ia mencatatkan tujuh ace dan 29 winner, sekaligus membuat lawannya kesulitan mengembangkan permainan.

“Saya sangat senang bisa bermain seperti ini. Saya benar-benar ingin menang. Saya sangat menginginkannya,” kata Sabalenka.

Petenis Belarusia itu tampil agresif sejak awal dengan pukulan groundstroke yang keras dan akurat. Pegula sebenarnya mampu mengimbangi permainan Sabalenka pada set pertama.

Kedua pemain tampil solid dalam servis dan tidak memberikan banyak peluang break. Pertandingan berlangsung ketat hingga gim ke-12, ketika Sabalenka memimpin 6-5.

Namun, Pegula akhirnya kehilangan konsentrasi pada momen krusial.

Sabalenka meningkatkan tekanan lewat rangkaian groundstroke keras hingga Pegula tertinggal 0-40. Sabalenka kemudian mendapatkan set point dan memastikan set pertama setelah pengembalian Pegula justru tersangkut di net.

Memasuki set kedua, Sabalenka semakin agresif. Ia terus menyerang servis kedua Pegula dan akhirnya mendapatkan break penting untuk memimpin 3-1.

Break tersebut tercipta setelah Sabalenka melepaskan forehand keras yang meluncur tajam ke sudut lapangan dan tidak mampu dijangkau Pegula.

Setelah itu, Sabalenka menjaga keunggulannya dengan tenang.

Pegula berusaha bertahan dan mempertahankan servis hingga gim kedelapan. Namun, kesalahan pengembalian membuat bola melebar dan memberikan match point kepada Sabalenka.

Kesempatan tersebut tidak disia-siakan. Sabalenka menutup pertandingan dengan satu lagi forehand keras yang tidak mampu dikembalikan Pegula.

Kemenangan tersebut sekaligus memupus harapan Pegula untuk meraih gelar Grand Slam pertama dalam kariernya.

Sabalenka kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mempertahankan mahkota US Open sekaligus masuk ke dalam kelompok elite petenis putri yang mampu menjuarai turnamen Grand Slam di New York tiga tahun berturut-turut.

Setelah tampil meyakinkan di semifinal, Sabalenka akan memasuki final dengan kepercayaan diri tinggi. Namun, lawan yang menantinya akan ditentukan dari duel Rybakina kontra Gauff, dua petenis yang sama-sama memiliki kemampuan untuk menghentikan ambisinya mencetak sejarah.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.