Sri Sultan: Teknologi Digital Harus Terjangkau dan Bisa Diakses Semua Masyarakat.

Jumat, 11 Sep 2026, 18:52 WIB

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan pengembangan teknologi digital tidak boleh hanya berhenti pada kemampuan menghadirkan teknologi baru, namun juga harus terjangkau dan dapat diakses masyarakat.

"Jangan sampai kemajuan teknologi justru membuat akses digital semakin mahal bagi masyarakat," kata Sri Sultan saat menerima Comissioner PT Solusi Sinergi Digital Tbk (perusahaan telekomunikasi dan teknologi asal Jepang) Fadel Muhammad bersama perwakilan NTT, di Kepatihan, Yogyakarta, Jumat.

Ket. Foto: Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Fadel Muhammad usai pertemuan di Kepatihan, Yogyakarta. Jumat (11/9). — Sumber: Antara Foto

Sri Sultan mengatakan pengembangan teknologi digital di DIY pada dasarnya telah memiliki fondasi yang cukup, seperti konsep 'smart province' yang sudah berjalan, namun pengembangan ke tahap yang lebih maju membutuhkan dukungan teknologi sekaligus biaya tidak sedikit.

"Berarti kita lebih ada kemudahan di dalam aplikasi untuk ke internasional. Prinsip untuk smart province kan sudah relatif ada. Tapi untuk melangkah lebih jauh, cost-nya jadi sangat mahal," katanya.

Sultan berharap keterlibatan perusahaan dapat membantu menghadirkan teknologi yang dibutuhkan tanpa membuat biaya layanan tinggi bagi masyarakat, sehingga kemampuan publik untuk mengakses dan membayar layanan tersebut harus menjadi pertimbangan sejak awal.

"Kami punya harapan bagaimana bukan jadi mahal, tapi kemampuan publik itu bisa membayar. Yang penting itu. Kalau terlalu mahal kan juga akan tidak mampu," katanya.

Sementara itu, Fadel Muhammad mengatakan, NTT memiliki rencana mengembangkan investasi di bidang telekomunikasi sekaligus membawa teknologi baru untuk mendukung pengembangan infrastruktur digital yang telah tersedia.

"Kami membawa investor besar NTT. Mereka mengadakan investasi di Indonesia untuk telekomunikasi dan mau mengembangkan untuk yang lain," katanya.

Fadel mengatakan, pihaknya sedang melihat sejumlah infrastruktur dan potensi yang telah tersedia di DIY, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan DIY dipertimbangkan dalam penjajakan kerja sama dengan NTT.

"Karena di Yogyakarta Pak Gubernur sudah melangkah jauh di sini. Berbagai persiapan sudah jauh dan sudah ada perusahaan yang menyiapkan infrastrukturnya. Tapi mereka terbentur sama teknologi untuk pengembangan berikutnya," katanya.

  • Sri Sultan Hamengku Buwono X

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.