Sepuluh Tahun Berlalu, Cinta dan Rangga Kembali Lewat Film Pendek
Jumat, 11 Sep 2026, 23:50 WIBJAKARTA â Sepuluh tahun setelah sekuel film Ada Apa dengan Cinta? 2 (AADC 2) dirilis pada 2016, karakter Cinta dan Rangga kembali dihadirkan melalui sebuah film pendek. Kali ini, kisah keduanya dikembangkan melalui film berjudul Bahasa Cinta yang Beda yang diproduksi oleh Royco dengan menghadirkan Dian Sastrowardoyo dan Sissy Prescillia serta disutradarai oleh Teddy Soeria Atmadja.
Film pendek tersebut diperkenalkan melalui gala premiere di XXI Epicentrum, Jakarta. Ceritanya mengambil sudut pandang kehidupan Cinta dan Rangga setelah menjalani hubungan dalam waktu yang lebih panjang, ketika rutinitas, kesibukan, dan perubahan kehidupan mulai memengaruhi kedekatan mereka.
Berbeda dari cerita AADC yang selama ini lekat dengan puisi sebagai medium pengungkapan perasaan, Bahasa Cinta yang Beda membawa bentuk komunikasi kasih sayang ke dalam aktivitas sehari-hari. Memasak menjadi salah satu elemen penting dalam cerita, dengan omlet (omelette) digunakan sebagai simbol perhatian yang diberikan melalui tindakan sederhana.
Head of Marketing Foods Unilever Indonesia, Nuning Wahyuningsih, mengatakan bahwa gagasan tersebut berangkat dari pandangan bahwa memasak dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan perhatian kepada orang terdekat.
âSebagai brand yang selama puluhan tahun mendampingi masyarakat menghadirkan momen-momen penuh makna melalui masakan, Royco percaya bahwa kegiatan memasak adalah salah satu bahasa cinta sederhana yang dapat dilakukan siapa saja,â ujar Nuning di Jakarta pada Jumat (11/9/2026).
Menurut dia, perhatian dalam sebuah hubungan tidak selalu harus disampaikan melalui kata-kata atau tindakan besar. Aktivitas sehari-hari yang dilakukan secara konsisten juga dapat menjadi bentuk perhatian.
âBahasa cinta tidak selalu membutuhkan kata-kata indah ataupun gestur yang grande karena justru sering kali perhatian terasa paling bermakna ketika hadir lewat hal-hal kecil yang konsisten kita lakukan,â ucapnya.
Cinta dan Rangga dalam Fase Kehidupan Berbeda
Dian Sastrowardoyo kembali memerankan Cinta dalam film pendek tersebut. Ia mengatakan bahwa karakter Cinta kali ini ditempatkan dalam fase kehidupan yang berbeda dibandingkan cerita AADC sebelumnya.
âAADC selalu punya tempat spesial di hati aku, jadi excited banget bisa mendapat kesempatan untuk melanjutkan chapter hubungan Cinta dan Rangga,â tutur Dian.
Menurut Dian, cerita terbaru tidak lagi berfokus pada fase ketika Cinta dan Rangga mencari atau menemukan cinta, melainkan pada dinamika hubungan setelah keduanya menjalani kehidupan bersama selama bertahun-tahun.
âKali ini kita tidak lagi melihat mereka dalam fase mencari atau menemukan cinta, melainkan setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan bersama â ada rutinitas, kesibukan, dan jarak yang membuat koneksi antara mereka terasa semakin datar,â tambahnya.
Dian menilai situasi tersebut dapat ditemukan dalam berbagai hubungan, tidak hanya hubungan romantis. Oleh karena itu, film tersebut mencoba mengajak penonton melihat kembali cara mereka menunjukkan perhatian kepada orang terdekat.
Ia juga mengatakan bahwa bentuk ekspresi kasih sayang dapat berubah seiring waktu dan tidak selalu harus mengikuti gambaran mengenai cara cinta semestinya ditunjukkan.
Memasak sebagai Bentuk Perhatian
Dalam film Bahasa Cinta yang Beda, omlet menjadi salah satu elemen yang menghubungkan gagasan tentang perhatian dengan aktivitas sehari-hari. Hidangan tersebut dipilih karena proses pembuatannya relatif sederhana, tetapi memungkinkan seseorang menunjukkan perhatian melalui berbagai detail.
Perhatian dapat terlihat dari keputusan meluangkan waktu untuk memasak, memahami selera orang yang akan menikmati makanan, hingga menentukan bahan, tingkat kematangan, dan cara penyajian.
Konsep tersebut kemudian dikaitkan dengan penggunaan Royco Bumbu Kaldu Rasa Ayam Kampung sebagai salah satu bahan dalam âOmelette Cintaâ. Dalam konteks film, makanan tersebut menjadi representasi tindakan sederhana yang dilakukan untuk menjaga kedekatan dalam hubungan.
Pesan yang dibangun bukan semata-mata mengenai makanan, melainkan bagaimana aktivitas memasak dapat menjadi kesempatan untuk menciptakan waktu bersama. Proses memasak maupun menikmati makanan dapat menjadi ruang untuk berinteraksi ketika rutinitas sehari-hari membuat waktu bersama semakin terbatas.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi perubahan perspektif dari kisah AADC sebelumnya. Jika puisi menjadi salah satu simbol ekspresi cinta Cinta dan Rangga pada cerita terdahulu, film pendek ini menggunakan tindakan sehari-hari sebagai medium untuk memperlihatkan perhatian.
Mempertahankan Karakter Lama dengan Cerita Baru
Sutradara Teddy Soeria Atmadja mengatakan bahwa salah satu tantangan dalam produksi film pendek tersebut adalah mempertahankan karakter dan dinamika Cinta-Rangga yang sudah dikenal penonton, sekaligus menempatkan keduanya dalam fase kehidupan yang lebih matang.
âTantangan terbesarnya adalah bagaimana mempertahankan karakter dan dinamika Cinta-Rangga yang sudah sangat familiar, namun menempatkan mereka dalam fase kehidupan yang lebih matang,â ucap Teddy.
Ia menegaskan bahwa film pendek tersebut tidak dimaksudkan untuk mengulang romantisme AADC sebelumnya. Cerita justru mengeksplorasi perubahan cara seseorang mengekspresikan cinta seiring berjalannya hubungan.
âFilm pendek ini bukan mengulang romantisme AADC yang lalu, melainkan mengeksplorasi betapa cinta dan cara mengekspresikannya ikut berubah seiring perjalanan sebuah hubungan,â ujarnya.
Menurut Teddy, cerita dibangun melalui situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan itu sekaligus dimaksudkan untuk mempertahankan unsur nostalgia bagi penggemar AADC sekaligus memberikan perspektif yang lebih relevan dengan dinamika hubungan masa kini.
Film Tayang 14 September
Film pendek Bahasa Cinta yang Beda dijadwalkan mulai dapat disaksikan pada 14 September 2026 melalui kanal YouTube Royco Indonesia. Kolaborasi tersebut juga akan berlanjut hingga akhir 2026 melalui sejumlah kegiatan yang ditujukan kepada penggemar AADC.
Bagi Royco, film pendek tersebut menjadi bagian dari kampanye yang menghubungkan aktivitas memasak dengan cara menunjukkan perhatian. Sementara bagi kisah Cinta dan Rangga, film ini menghadirkan fase kehidupan yang berbeda setelah perjalanan keduanya terakhir kali ditampilkan dalam sekuel AADC pada 2016.
Perubahan tersebut menjadi inti cerita Bahasa Cinta yang Beda: ketika hubungan memasuki fase yang lebih matang, bentuk perhatian pun dapat berubah. Bukan lagi semata melalui kata-kata atau ungkapan romantis, melainkan melalui tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
- kuliner
- Hubungan
- Kehidupan Sehari-hari
- Film Indonesia
- Film Pendek
- royco
- Film Romantis
- Ada Apa dengan Cinta?
- AADC
- AADC 2
- Cinta dan Rangga
- Bahasa Cinta yang Beda
- Dian Sastrowardoyo
- Sissy Prescillia
- Teddy Soeria Atmadja
- Omelette
- Bahasa Cinta
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Industri Gim Indonesia Bakal Makin Ngebut, Kemkomdigi Andalkan Strategi 3C
-
Apa Itu Desil 1-10 yang Akan Dipakai untuk Batasi Beli Pertalite?
-
Mahasiswa ITS Rancang Sanitary On The Go untuk Akses Sanitasi di Ruang Publik
-
Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar
-
Indonesia Berhasil Meraih 12 Medali dari Asian Hapkido Championships 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.