Dinas Pertanian Banyumas: Kemarau Berdampak pada Kenaikan Biaya Urus Ternak
Kamis, 01 Okt 2026, 12:13 WIBPURWOKERTO â Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyebut kondisi kemarau menyebabkan ketersediaan hijauan pakan ternak berkurang sehingga mendorong peningkatan biaya dalam mengurus ternak termasuk sapi dan turut memengaruhi harga daging sapi di daerah itu.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono, di Purwokerto, Banyumas, Rabu (30/9), mengatakan pasokan sapi setelah Hari Raya Idul Adha hingga saat ini masih belum sepenuhnya stabil, meskipun secara produksi tidak mengalami perubahan yang signifikan.
"Untuk pasokan, hari-hari seperti ini atau bulan-bulan ini kelihatannya sama dengan bulan-bulan lalu. Tetapi mungkin salah satunya karena produksi pakan sapi," katanya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, kebutuhan pemotongan ternak sapi di Banyumas rata-rata sebesar 45 ekor per hari.
Oleh karena itu, dia menilai kenaikan harga daging sapi di pasaran bukan karena belum stabilnya pasokan pasca-Idul Adha, melainkan kenaikan biaya produksi akibat kemarau.
Menurut dia, musim kemarau membuat hijauan pakan ternak lebih sulit diperoleh, sehingga biaya yang harus dikeluarkan peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan sapi meningkat.
"Jadi pembiayaan produksi sapinya sekarang meningkat. Itu yang mungkin agak meningkatkan harga daging sapi," katanya menegaskan.
Terkait dengan hal itu, pihaknya berupaya meningkatkan ketersediaan pakan ternak dengan memperkuat infrastruktur air.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur air tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung sektor pertanian, juga peternakan.
Saat ini, kata dia, pembangunan infrastruktur irigasi perpompaan mencapai hampir 140 titik, sedangkan jaringan tersier yang dibangun sebanyak 21 titik.
âPembangunan infrastruktur air tersebut diharapkan dapat segera diselesaikan dan mulai mendukung ketersediaan air dalam waktu sekitar satu bulan sehingga turut membantu penyediaan hijauan pakan ternak," katanya.
Selain pembangunan infrastruktur air, kata dia, pemerintah juga memberikan bantuan benih jagung yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Menurut dia, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pakan di tengah kondisi kemarau.
Apabila nantinya berdasarkan analisis data produksi dan kebutuhan diketahui pasokan daging sapi mengalami kekurangan secara signifikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi yang menangani ketahanan pangan untuk menentukan langkah pemenuhan pasokan.
"Kalau nanti analisis mengenai data daging memang kurang, kami akan koordinasi dengan ketahanan pangan, apakah nanti akan kita upayakan dari luar atau bagaimana," katanya.
Ia menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya menjaga ketahanan pangan agar ketersediaan pangan bagi masyarakat tetap terjamin, termasuk melalui dukungan terhadap produksi peternakan.
"Perlindungan dari pemerintah terhadap pangan harus tetap kita jaga stabil ke masyarakat. Produksi daging kita upayakan," kata Arif.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi di Purwokerto, Jumat (25/9), mengatakan pasokan daging sapi masih menghadapi kendala karena belum adanya penambahan kuota ternak setelah Hari Raya Idul Adha sehingga berdampak terhadap kenaikan harga di sejumlah pasar.
"Di Pasar Sokaraja ditemukan harga daging sapi sebesar Rp165 ribu per kilogram, di atas harga acuan pemerintah Rp150 ribu. Di Pasar Manis Rp175 ribu sampai Rp180 ribu," katanya.
- Dinas Pertanian Banyumas
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.