Dorong Pertumbuhan Berbasis Produktivitas di Tengah Perubahan Struktur Demografi
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiSelain itu, sebagian besar pekerja masih berada di sektor informal dengan pekerjaan berproduktivitas rendah serta akses yang sangat terbatas terhadap perlindungan sosial.
“Kondisi ini menunjukkan pentingnya mendorong formalisasi tenaga kerja,” katanya.
Grosso juga menilai bonus demografi Indonesia secara bertahap akan menyempit.
Ia mengingatkan penuaan penduduk akan memberikan tekanan terhadap pasar tenaga kerja, sistem pensiun, dan basis penerimaan pajak.
Sebab itu, pertumbuhan pendapatan di masa depan akan semakin bergantung pada peningkatan produktivitas. Untuk itu, investasi yang lebih kuat dalam pendidikan dan keterampilan menjadi sangat penting,” katanya.
Sebelumnya CEO ADBI, Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia perlu meningkatkan posisi dalam rantai nilai global dengan tidak hanya memperluas partisipasi dalam rantai produksi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah domestik sebagai bagian dari upaya keluar dari middle-income trap.
“Pertanyaannya bukan lagi bagaimana kita masuk ke dalam rantai nilai global, tetapi bagaimana kita dapat menangkap lebih banyak nilai dari rantai nilai global,” katanya.
Indonesia perlu bergeser dari aktivitas perakitan, manufaktur, dan produksi komponen menuju kegiatan dengan nilai tambah lebih tinggi, seperti manufaktur maju, teknologi dan desain, penelitian dan pengembangan (R&D), branding, serta jasa berbasis pengetahuan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!