Tekanan Arsenal Diuji Kesabaran Napoli

Rabu, 09 Sep 2026, 07:11 WIB

NAPLES, ITALIA - Arsenal datang ke Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Italia, Kamis (10/9) dini hari WIB dengan modal yang lebih meyakinkan. Napoli coba bangkit sebagai tuan rumah. Pertandingan pembuka fase liga dalam Liga Champions ini bukan sekadar pertemuan dua klub besar Eropa tetapi juga pertarungan dua pendekatan permainan sepak bola yang berbeda.

Pelatih Mikel Arteta menukangi Arsenal dengan permainan terstruktur berbasis penguasaan bola tekanan tinggi dan agresivitas ketika kehilangan bola. Di sisi lain pelatih Napoli Massimiliano Allegri kemungkinan besar akan mengandalkan organisasi pertahanan kesabaran serta kemampuan mengeksploitasi ruang yang ditinggalkan lawan

Ket. Foto: Pemain Napoli, Kevin De Bruyne (kedua dari kiri), merayakan gol ketiga timnya bersama Allison Santos dan Scott McTominay (kiri) di pertandingan Serie A Italia antara SSC Napoli dan US Cremonese di Stadion Diego Armando Maradona. — Sumber: CARLO HERMANN / AFP

Arsenal memiliki alasan kuat untuk lebih percaya diri. Mereka memulai musim dengan sempurna dan memenangkan empat pertandingan kompetitif. Mereka juga baru saja mengalahkan Chelsea 2-1 dalam pertandingan yang memperlihatkan kemampuan mereka mengontrol pertandingan sekaligus merespons tekanan.

Kekuatan utama Arsenal terletak pada kemampuan menguasai wilayah permainan. Arteta kemungkinan kembali menggunakan struktur yang membuat Arsenal dapat membangun serangan dari lini belakang kemudian mengalirkan bola ke sisi sayap atau melalui gelandang yang masuk ke ruang antarlini

Martin Odegaard menjadi salah satu pemain penting dalam skema tersebut. Kapten Arsenal itu memiliki kemampuan menemukan celah di antara lini tengah dan pertahanan Napoli. Ketika ruang terbuka Bukayo Saka dapat menjadi senjata utama melalui pergerakan dari sisi kanan.

Arsenal juga mempunyai keuntungan dari kualitas pertahanan. Mereka tidak terkalahkan dalam 15 pertandingan Liga Champions dalam waktu normal dan mencatat sembilan clean sheet dalam periode tersebut.

Namun Napoli dapat membuat Arsenal menghadapi masalah berbeda. Bermain di Maradona berarti Arsenal kemungkinan tidak akan mendapatkan waktu dan ruang sebesar yang mereka nikmati di Liga Inggris. Tekanan suporter dapat mendorong Napoli bermain lebih agresif terutama pada fase awal pertandingan

Allegri kemungkinan tidak akan tergoda untuk memainkan pertandingan dengan tempo tinggi sepanjang 90 menit. Pelatih asal Italia itu sangat memahami bahwa duel terbuka melawan Arsenal dapat menjadi pertaruhan berbahaya. Napoli lebih mungkin menunggu momentum kemudian menyerang dengan cepat ketika Arsenal kehilangan keseimbangan.

Kunci Laga

Kunci Napoli adalah bagaimana mereka mengatasi tekanan Arsenal ketika tidak menguasai bola. Jika terlalu dalam mereka akan memberi Arsenal kesempatan mengontrol pertandingan. Namun jika garis pertahanan terlalu tinggi Arsenal dapat memanfaatkan kecepatan Saka dan pemain depan lainnya

Persoalan terbesar Napoli justru datang dari kondisi mereka sendiri. Tim asal Naples tersebut mengalami dua kekalahan beruntun di Serie A setelah kalah dari Como dan Inter Milan. Kekalahan dari Inter bahkan terasa lebih menyakitkan karena Napoli sempat unggul dua gol sebelum akhirnya kalah 2 3 akibat gol Lautaro Martinez pada menit ke 91.

Situasi tersebut memperlihatkan kelemahan yang harus segera diperbaiki Allegri. Napoli belum menunjukkan konsistensi defensif yang menjadi ciri khas tim yang dilatih Allegri sepanjang kariernya. Napoli harus mengurangi kesalahan sederhana sekaligus memperbaiki koordinasi antarlini Jika Arsenal mampu membuat pertandingan berjalan dengan ritme cepat Napoli berisiko kehilangan kendali.

“Kami harus meningkatkan perhatian dan mengurangi kesalahan karena menghadapi tim seperti Arsenal setiap kesalahan kecil dapat dihukum,” ujarnya. Di kubu Arsenal Arteta justru berada dalam situasi yang jauh lebih positif. Empat kemenangan beruntun memberi fondasi psikologis yang kuat. Namun Arteta tetap perlu berhati hati karena pertandingan tandang di Liga Champions memiliki karakter berbeda

“Kami harus menunjukkan keberanian tetapi juga kecerdasan. Pertandingan seperti ini menuntut kami untuk mengetahui kapan harus menguasai bola dan kapan harus menyerang ruang,” ujar Arteta. Pertarungan lini tengah kemungkinan menjadi penentu. Arsenal ingin menguasai bola sementara Napoli membutuhkan transisi cepat Arsenal harus mencegah Napoli mendapatkan ruang untuk melakukan serangan balik sedangkan Napoli harus memaksa Arsenal bermain ke area yang tidak nyaman.

Absennya Scott McTominay menjadi pukulan bagi Napoli. Gelandang asal Skotlandia itu harus menjalani operasi kecil terkait gangguan irama jantung dan diperkirakan absen sekitar satu bulan. Kehilangannya mengurangi kekuatan Napoli dalam duel fisik di lini tengah

Kevin De Bruyne menjadi harapan lain Napoli. Pemain asal Belgia tersebut belum menjadi starter musim ini tetapi kualitas pengalaman dan kemampuannya mengirim umpan terakhir dapat menjadi pembeda. Jika Allegri menurunkannya sejak awal Napoli akan memiliki pemain yang mampu mengubah pola serangan hanya dengan satu umpan. ben/G-1

Perkiraan Formasi

Napoli 4-3-3

Meret

Di Lorenzo, Marin, Rrahmani, Spinazzola

De Bruyne, Lobotka, Anguissa

Politano, Hojlund, Santos

Arsenal 4-2-3-1

Raya

White, Konsa, Gabriel, Hincapie

Zubimendi, Rice

Saka, Odegaard, Tzolis

Havertz

  • Arsenal
  • Napoli

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.