- Home
-
- Megapolitan
-
- Bukan Lagi Kumuh! Lahan Ek...
Bukan Lagi Kumuh! Lahan Eks Bangunan Liar di Bekasi Kini Disulap Jadi Ruang Hijau
Rabu, 09 Sep 2026, 04:19 WIBKABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat 'menghijaukan' lahan eks bangunan liar hasil penertiban petugas gabungan di sepanjang Saluran Sekunder Balong Tua yang melintasi tiga wilayah kecamatan melalui kegiatan penanaman pohon.
"Penanaman pohon dilakukan sebagai tindak lanjut penataan bantaran sungai guna mengembalikan fungsi kawasan sekaligus mencegah bangunan liar muncul kembali," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait di Cikarang, Selasa.
Dia mengatakan keputusan menanam pohon memanfaatkan program tanggung sosial perusahaan atau corparate social responsibility (CSR) swasta diambil setelah tim melakukan pemantauan di lapangan. Tujuan penanaman tersebut untuk menambah ruang terbuka hijau.
Area tanam membentang di tiga wilayah kecamatan yakni Sukatani, Tambelang dan Sukawangi, dengan panjang sekitar lebih dari 10 kilometer lahan potensial yang akan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau dengan estimasi kebutuhan mencapai ribuan bibit pohon.
"Penanaman pohon bukan menjadi akhir dari program, melainkan harus diiringi dengan perawatan dan pengawasan secara konsisten," katanya.
Selain mencegah pemanfaatan kembali lahan untuk bangunan liar, penghijauan diharapkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan, memperkuat fungsi ruang terbuka hijau serta membuat kawasan di sekitar saluran menjadi lebih tertata dan terawat.
"Perawatan adalah kunci agar pohon tetap hidup. Dari tiga lokasi penanaman rehabilitasi lahan kritis, kami mencoba melakukan perawatan dengan sumber daya yang ada, salah satunya melibatkan UPTD untuk membersihkan gulma serta melakukan penyiraman secara rutin," katanya.
Pihaknya turut memperkuat pengawasan dan mendorong keterlibatan masyarakat sekitar dalam menjaga keberlangsungan pohon yang telah ditanam agar penghijauan tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi terpelihara serta memberikan manfaat lingkungan dalam jangka panjang.
"Kami akan melibatkan warga sekitar, dunia pendidikan dan pemerintahan desa agar berkolaborasi menjaga serta merawat pohon agar tumbuh subur dalam jangka panjang," katanya.
Donny mengatakan berdasarkan hasil observasi petugas lapangan, sedikitnya dibutuhkan 2.000-3.000 bibit pohon di sepanjang bantaran sungai tersebut sehingga pihaknya mengajak dunia usaha untuk berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan.
"Kami juga mengajak perusahaan yang ingin berkontribusi nyata dalam aksi penghijauan ini, baik melalui dukungan bibit maupun pemeliharaan tanaman sehingga penataan kawasan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan," kata dia.
- Penghijauan
- Kumuh
- Kabupaten Bekasi
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
BMKG: Waspadai Banjir Rob di Pesisir NTT 8–10 Oktober 2026
-
IHSG Hari Ini Menguat Dipicu Ekspektasi Dovish The Fed
-
Tiga Bulan Tersisa, Realisasi Program Rumah Subsidi Baru 45 Persen
-
Pemerintah Terbitkan Perpres No. 27 Tahun 2026, Menhub Siap Berikan Kepastian Hukum Pengemudi Ojek Online
-
Ponorogo Catat 54 Karhutla, Luas Area Terdampak Capai 189 Hektare
-
Rampung Susun DIM RUU LLAJ, Kemenhub Perkuat Pengaturan Kendaraan ODOL hingga Transportasi Digital
-
Dari Cerita Lisan ke Karya Seni, Bengkel Sastra Hidupkan Kisah Hukurila
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.