Pertamina Siapkan Infrastruktur Energi Antisipasi Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara.
Selasa, 08 Sep 2026, 16:20 WIBJakarta - PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur dan ketersediaan pasokan energi untuk mendukung konektivitas serta pergerakan ekonomi masyarakat di kawasan timur Indonesia.
Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero) Ahmad Siddik Badruddin mengatakan evaluasi dilakukan terhadap kesiapan Aviation Fuel Terminal (AFT) Baabullah di sekitar Bandara Sultan Babullah, Ternate, dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan bahan bakar pesawat atau avtur.
âKita mengevaluasi apakah AFT Babullah akan mampu memenuhi kebutuhan dari peningkatan penjualan ke depannya dan apa saja opsi-opsi yang bisa dilakukan untuk pengembangan bisnis,â ujar Siddik dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (8/9).
Menurut dia, pertumbuhan aktivitas ekonomi di Maluku Utara berpotensi meningkatkan trafik penerbangan di Bandara Sultan Babullah. Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui kesiapan infrastruktur dan pengembangan bisnis agar kebutuhan avtur dapat terpenuhi secara optimal.
Selain avtur, Pertamina juga memastikan keberlanjutan pasokan BBM bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi di wilayah kepulauan.
Siddik melanjutkan kunjungan ke Fuel Terminal (FT) Ternate yang berperan dalam mendukung distribusi energi bagi masyarakat Ternate dan sejumlah wilayah kepulauan di sekitarnya.
Evaluasi di FT Ternate mencakup kemampuan terminal menerima pasokan melalui jalur laut dari Wayame untuk berbagai produk energi, serta pengembangan fasilitas jetty guna memperkuat keandalan distribusi.
âKita mengevaluasi kemampuan Fuel Terminal Ternate untuk menerima pengiriman kargo dari Wayame untuk berbagai produk dan juga sedang mereviu apa perbaikan-perbaikan dari jetty ke depannya,â ujarnya.
Siddik menilai distribusi energi di wilayah Papua dan Maluku memiliki tantangan berbeda dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Kondisi geografis yang terdiri atas banyak pulau membuat sebagian besar mobilisasi pasokan mengandalkan transportasi laut.
âRegion Papua Maluku ini salah satu region yang paling challenging untuk melakukan amanah pendistribusian energi karena terdiri dari berbagai macam pulau di bagian Indonesia Timur,â katanya.
Ketergantungan terhadap transportasi laut membuat kelancaran distribusi turut dipengaruhi kondisi eksternal, termasuk cuaca. Oleh karena itu, Pertamina perlu terus mengevaluasi kapasitas infrastruktur, pola distribusi, dan berbagai opsi pengembangan agar pasokan energi di kawasan timur Indonesia tetap terjaga secara efektif dan efisien.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.