Kemdiktisaintek Resmi Buka AKPT, Dorong Regenerasi Kepemimpinan Perguruan Tinggi.
Selasa, 08 Sep 2026, 11:04 WIBKementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) sebagai upaya untuk memperkuat pengembangan, dan regenerasi kepemimpinan perguruan tinggi di Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan dalam keterangan di Jakarta, Selasa, menekankan bahwa pendidikan tinggi perlu ditempatkan sebagai bagian strategis dari pembangunan nasional.
"Pendidikan tinggi perlu ditegakkan sebagai infrastruktur strategis pertumbuhan, menghasilkan talenta, pengetahuan, teknologi, inovasi, perusahaan dan sebagainya," kata Wamen Fauzan.
Fauzan menjelaskan AKPT dirancang sebagai forum sinergi antara pimpinan perguruan tinggi saat ini dengan calon-calon pemimpin potensial dalam sebuah proses pengembangan kepemimpinan yang berorientasi pada perubahan nyata di institusi.
Tidak hanya menekankan penguatan kapasitas individu, AKPT juga mendorong kolaborasi, pertukaran pengalaman, penguatan jejaring, dan transformasi perguruan tinggi.
"Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan talenta, pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dapat mendorong peningkatan kapasitas produktif Indonesia," ujarnya.
Wamen Fauzan juga menekankan pentingnya perubahan orientasi perguruan tinggi, dari sekadar berorientasi pada pendidikan menuju orientasi pertumbuhan.
Menurut dia, keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup hanya dilihat dari jumlah mahasiswa, lulusan, maupun publikasi, tetapi juga dari kontribusinya terhadap produktivitas, inovasi, daya saing, industri, lapangan pekerjaan, dan pembangunan.
Dengan mengusung jargon "Mengintegrasikan Kearifan Lokal Menuju Kepemimpinan Global yang Berdampak", Wamen Fauzan memastikan AKPT menempatkan nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal Indonesia sebagai bagian penting dalam pengembangan kepemimpinan berkualitas global dan berdampak nyata.
"Dengan pendekatan tersebut, perguruan tinggi Indonesia diharapkan mampu berkembang dan bersaing secara global, tanpa kehilangan jati diri serta relevansinya terhadap kebutuhan bangsa," ucap Wamendiktisaintek Fauzan.
Diketahui, para peserta dalam AKPT akan belajar dari pengalaman para pemimpin perguruan tinggi, akademisi, praktisi, dan tokoh strategis, seperti Mendikbud (2009-2014) Mohammad Nuh, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily, Ketua Forum Majelis Wali Amanat Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Mohamad Nasir, Rektor BINUS (2009-2023) Harjanto Prabowo, Professor of Geopolitics and Islamic Business at ESSEC Business School, Cedomir Nestorovic.
Melalui AKPT, Kemdiktisaintek berharap dapat membangun ekosistem kepemimpinan pendidikan tinggi yang semakin kuat dan berkelanjutan.
- Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.