Buka Lumiere Summit, Macron Serukan Koalisi Global untuk Lindungi Masa Depan Sinema dari Gempuran Media Sosial

Selasa, 08 Sep 2026, 00:00 WIB

PARIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan pembentukan inisiatif global untuk melindungi masa depan perfilman dan ekspresi artistik dari derasnya arus konten media sosial. Seruan itu disampaikan dalam pidato pembukaan Lumiere Summit di Saint Paul de Vence, Prancis, Senin (7/9).

Dari Variety, Macron menyampaikan sambutan yang menekankan perlunya negara-negara membangun koalisi untuk menjaga keberlangsungan industri film di tengah perubahan besar dalam cara masyarakat mengonsumsi gambar dan konten audiovisual.

Ket. Foto: Macron memperingatkan bahwa masyarakat kini mengonsumsi begitu banyak gambar yang dirancang untuk memicu reaksi instan, termasuk melalui tombol “suka” dan berbagai bentuk penegasan dari pengguna lain. — Sumber: Istimewa

“Film dan gambar bergerak sedang mengalami perubahan radikal yang tidak dapat diabaikan oleh siapa pun,” kata Macron kepada peserta yang berkumpul di Fondation Maeght, museum seni independen pertama di Prancis, di Saint Paul de Vence.

Menurut Macron, berbagai inisiatif yang diluncurkan dalam KTT tersebut penting untuk menjaga budaya dan warisan sinematik negara-negara di dunia.

“Identitas kita adalah cerita,” kata Macron, menurut penerjemah. “Kemampuan kita untuk menulis cerita yang menceritakan siapa kita, menjelaskan siapa kita, dan memikat orang-orang dari berbagai latar belakang.”

Macron kemudian menyoroti perubahan pola konsumsi gambar di era media sosial. Ia memperingatkan bahwa masyarakat kini mengonsumsi begitu banyak gambar yang dirancang untuk memicu reaksi instan, termasuk melalui tombol “suka” dan berbagai bentuk penegasan dari pengguna lain.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai sebuah “paradoks”.

“Kita belum pernah melihat begitu banyak gambar sebelumnya. Tetapi kita berisiko tidak melihat apa pun,” katanya.

Macron mengatakan arus konten yang terus-menerus dapat “mencerna semuanya, melahap semuanya dan merebut perhatian kita”.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi seniman dan pembuat film karena dapat memengaruhi kreativitas, kemampuan menemukan audiens, serta kemampuan masyarakat untuk berpikir.

Ia juga menyinggung perkembangan ekonomi kreator dan persaingan untuk mendapatkan perhatian pengguna.

“Perhatian kita adalah sumber daya ekonomi,” kata Macron.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika industri film dan televisi tradisional menghadapi persaingan yang semakin besar, bukan hanya di antara perusahaan-perusahaan hiburan, tetapi juga dari YouTube, TikTok, serta berbagai platform media sosial dan berbasis kreator lainnya.

Persaingan tersebut terutama berkaitan dengan perebutan waktu dan perhatian penonton, termasuk kelompok penonton muda.

Dalam opini yang diterbitkan Variety menjelang KTT, Macron menyatakan bahwa negara-negara perlu bekerja sama menghadapi perubahan tersebut dan mempertahankan kemampuan untuk membiayai serta mendukung produksi film lokal.

Menurut Macron, masa depan perfilman tidak seharusnya sepenuhnya diserahkan kepada kekuatan pasar dan platform global.

Prancis dan Korea Selatan Siapkan Investasi Lebih dari US$1 Miliar

Macron menjadi ketua bersama Lumiere Summit dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, yang juga menyampaikan pidato pada sesi pembukaan.

Lee mengulangi pandangan Macron mengenai pentingnya memperkuat industri film untuk menghadapi masa depan. Ia juga menyoroti perjanjian perdagangan yang diumumkan Prancis dan Korea Selatan pada Senin.

Perjanjian tersebut mencakup komitmen kedua negara untuk menginvestasikan lebih dari US$1 miliar guna meningkatkan kapasitas produksi dan animasi.

“Sinema independen penting untuk masa depan,” kata Lee Jae Myung. “Ini akan menjadi jaminan pertumbuhan berkelanjutan dan sumber imajinasi baru.”

Inisiatif Prancis-Korea Selatan tersebut menjadi bagian dari agenda lebih luas Lumiere Summit untuk mempertemukan pemerintah, pembuat film, dan para eksekutif industri hiburan dalam membahas sejumlah persoalan yang dihadapi industri perfilman.

Topik yang dibahas mencakup pembiayaan, kecerdasan buatan, perubahan kebiasaan menonton, serta masa depan pemutaran film di bioskop.

Kemitraan pembiayaan industri juga menjadi salah satu dari sejumlah inisiatif konkret yang diperkenalkan dalam KTT tersebut. Agenda lainnya mencakup program perlindungan warisan sinematografi serta program terkait pembajakan, kesetaraan gender, dan keberlanjutan lingkungan.

Diikuti Tokoh Industri dari 65 Negara

Lumiere Summit mempertemukan tokoh-tokoh dari 65 negara, termasuk pemimpin politik, eksekutif industri hiburan, dan pembuat film.

Sejumlah nama besar yang hadir antara lain Ted Sarandos dari Netflix, Dana Walden dan Alan Bergman dari Disney, Donna Langley dari NBCUniversal, Casey Bloys dari HBO, Tom Rothman dari Sony Pictures, Andy Gordon dari Paramount Skydance, serta Michael Barker, salah satu kepala Sony Pictures Classics.

Hadir pula Lynette Howell Taylor, produser sekaligus presiden Academy of Motion Picture Arts & Sciences; Ketua CAA Bryan Lourd; Ketua Mediawan Pierre-Antoine Capton dan CEO Elizabeth d'Arvieu; CEO TF1 Rodolphe Belmer; Mo Abudu dari EbonyLife Group; Efe Çakarel dari Mubi; Tim Richards dari Vue; Ketua Canal+ Group Maxime Saada dan CEO Anna Marsh.

Dari dunia festival film, hadir Presiden Festival Film Cannes Iris Knobloch dan Direktur Thierry Fremaux. Sementara itu, Directors Guild of America diwakili pemimpinnya, Russ Hollander.

Aktor George Clooney serta produser dan sutradara Anthony Russo juga termasuk dalam jajaran tokoh yang menghadiri pertemuan tersebut.

  • Lumiere Summit

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.