1.558 Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, 170.000 Penumpang Tertahan di Delapan Bandara

Senin, 07 Sep 2026, 00:15 WIB

Jakarta - Sebanyak 1.558 penerbangan terdampak akibat penutupan sementara delapan bandara menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK). Gangguan operasional penerbangan tersebut menyebabkan sekitar 170.000 penumpang tertahan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan penutupan sementara delapan bandara diperpanjang hingga pukul 24.00 WIB demi menjaga keselamatan dan keamanan operasional penerbangan.

Ket. Foto: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memantau secara langsung perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terhadap operasional penerbangan dari pusat pemantauan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9). — Sumber: Antara

"Hingga kini, dari delapan bandara terdampak, terhitung terdapat 1.558 flight yang tertunda dengan 170.000 penumpang tertahan," kata Dudy saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (6/9).

Menurut dia, dampak tersebut mencakup penerbangan keberangkatan maupun kedatangan. Selain penerbangan yang mengalami penundaan, terdapat pula penerbangan yang dibatalkan dari sejumlah bandara lain akibat kondisi tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengalami perubahan arah mengikuti pergerakan angin menuju timur. Angin tercatat memiliki kecepatan sekitar lima knot pada ketinggian 15 ribu kaki.

Kondisi tersebut membuat Kementerian Perhubungan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, pengelola bandara, serta pemangku kepentingan terkait terus melakukan evaluasi secara berkala.

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan sebaran abu vulkanik sekaligus memastikan kondisi penerbangan tetap memenuhi aspek keselamatan sebelum operasional bandara kembali dibuka.

Delapan bandara yang terdampak meliputi Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Budiarto Curug di Tangerang, Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk mengantisipasi dampak penutupan tersebut. Beberapa bandara yang dapat digunakan sebagai lokasi pengalihan penerbangan antara lain Bandara Kertajati, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Juanda Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), dan Bandara Solo.

Dudy mengatakan maskapai dapat melakukan pengalihan operasional penerbangan melalui bandara alternatif tersebut dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan penerbangan masing-masing.

Selain menyiapkan lokasi pendaratan alternatif, pemerintah juga memperhatikan kebutuhan mobilitas penumpang yang terdampak pengalihan penerbangan.

InJourney bersama Angkasa Pura akan menyiapkan transportasi darat berupa bus dan kereta secara gratis bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan melalui bandara alternatif.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu penumpang melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir tanpa harus menanggung tambahan biaya transportasi akibat pengalihan penerbangan.

Pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau perkembangan kondisi abu vulkanik dan dampaknya terhadap penerbangan. Evaluasi dilakukan secara berkala agar keputusan terkait pembukaan kembali bandara dapat dilakukan berdasarkan kondisi keselamatan penerbangan.

  • Erupsi Gunung Anak Krakatau

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.