US Open 2026: Zheng Qinwen dan Potapova Bikin Kejutan, Sejumlah Unggulan Berguguran

Minggu, 06 Sep 2026, 09:20 WIB

NEW YORK – Zheng Qinwen dan Anastasia Potapova menciptakan kejutan besar pada US Open 2026. Zheng menyingkirkan Madison Keys setelah bangkit luar biasa, sementara Potapova menghentikan langkah finalis US Open 2025, Amanda Anisimova, untuk memastikan tempat di babak 16 besar.

Kejutan tersebut terjadi pada hari Minggu (6/9) di Flushing Meadows dan menjadi pukulan telak bagi publik tuan rumah. Selain Keys dan Anisimova, unggulan kesembilan Taylor Fritz juga tersingkir setelah kalah dramatis dari petenis Argentina, Francisco Cerundolo.

Ket. Foto: Zheng Qinwen. — Sumber: WTA

Unggulan keempat Coco Gauff menjadi salah satu petenis Amerika Serikat yang berhasil bertahan. Ia mengatasi Cristina Bucsa dari Spanyol dua set langsung, 6-3, 6-4.

Zheng tampil sebagai salah satu bintang utama hari penuh kejutan tersebut. Petenis China itu mengalahkan Keys 1-6, 7-6 (7-3), 7-5, setelah menyelamatkan satu match point dan memenangkan tujuh gim terakhir pertandingan.

Keys, juara Australian Open 2025 dan finalis US Open 2017, sempat berada di ambang kemenangan. Setelah kehilangan set kedua dalam tie-break, Zheng terlihat mulai kehabisan tenaga pada set penentuan. Keys bahkan melesat memimpin 5-0.

Namun, Zheng menolak menyerah. Ia menyelamatkan match point ketika tertinggal 1-5, lalu mulai membalikkan keadaan secara spektakuler. Keys semakin frustrasi, bahkan sempat memukul kepalanya dengan raket setelah kehilangan satu poin.

"Saya hanya mengatakan kepada diri sendiri untuk terus berjuang di setiap poin, jangan pernah menyerah dan tetap bertahan. Entah bagaimana, sedikit demi sedikit, semuanya mulai terjadi," ujar Zheng.

Petenis yang kini berada di peringkat 121 dunia itu harus melewati babak kualifikasi setelah peringkatnya merosot akibat menjalani pemulihan panjang dari operasi siku.

Hadiah berikutnya tak kalah berat. Zheng akan menghadapi juara enam kali Grand Slam, Iga Swiatek, untuk memperebutkan tiket ke perempat final.

Swiatek sendiri harus bekerja keras sebelum menyingkirkan petenis Republik Ceko, Maria Bouzkova, 7-6 (7-3), 7-6 (7-3). Ia menyelamatkan tiga set point pada set kedua dan tampil dominan dalam dua tie-break.

Kejutan lainnya datang dari petenis Belgia berusia 21 tahun, Alexander Blockx. Ia menumbangkan unggulan kelima asal Italia sekaligus finalis French Open, Flavio Cobolli, dengan skor 6-7 (4-7), 6-3, 6-0, 6-3.

Blockx bangkit setelah kehilangan set pertama. Ia bahkan memenangkan 11 gim beruntun sejak tertinggal 2-3 pada set kedua.

Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Blockx untuk mencapai pekan kedua turnamen Grand Slam.

"Saya pikir ini adalah salah satu pengalaman paling gila dalam karier saya sejauh ini," kata Blockx setelah melepaskan 17 ace.

"Setelah set pertama, saya mengatakan kepada diri sendiri untuk tetap tenang. Saya sebenarnya tidak bermain buruk. Saya tahu jauh di dalam diri saya bahwa saya adalah seorang petarung dan akan berjuang sampai bola terakhir. Hari ini perjuangan itu terbayar."

Blockx selanjutnya menghadapi Francisco Cerundolo. Petenis Argentina unggulan ke-24 itu juga menciptakan kejutan dengan bangkit dari ketertinggalan dua set untuk menyingkirkan unggulan kesembilan Taylor Fritz 3-6, 4-6, 6-3, 6-4, 6-4.

Dalam set kelima, Cerundolo tertinggal 3-4 dan menghadapi tekanan besar saat melakukan servis. Ia bahkan sempat tertinggal 0-40, tetapi berhasil membalikkan keadaan melalui tiga servis keras dan forehand bertenaga sebelum menutup gim dengan service winner.

Cerundolo kemudian mematahkan servis Fritz dan melaju untuk mengamankan kemenangan.

Petenis Austria, Anastasia Potapova, ikut memperburuk nasib wakil Amerika. Ia mengalahkan Amanda Anisimova 6-2, 7-5 untuk pertama kalinya mencapai babak keempat US Open.

Potapova selanjutnya akan berhadapan dengan unggulan kelima sekaligus juara French Open, Mirra Andreeva.

Andreeva melangkah ke babak berikutnya setelah menundukkan Nikola Bartunkova 6-2, 7-6 (7-5).

Sementara itu, Coco Gauff berhasil melewati pertandingan yang sempat membuatnya kesulitan. Mantan juara US Open tersebut mengalahkan Cristina Bucsa 6-3, 6-4 setelah sempat tertinggal 1-3 pada set pertama.

"Saya senang dengan cara saya berjuang, bahkan ketika saya tidak bermain dalam performa terbaik," ujar Gauff.

Gauff mengakui telah mengetahui beberapa petenis Amerika tersingkir sebelum pertandingan dimulai. Namun, hasil tersebut tidak memengaruhi pendekatannya.

"Kejutan memang bisa terjadi, tetapi pada akhirnya siapa pun bisa kalah," katanya. "Saya memasuki pertandingan dengan pola pikir seperti itu. Kalau ada pengaruhnya, justru membuat saya selalu waspada dan itu membuat saya bermain lebih baik."

Di nomor putra, unggulan pertama Alexander Zverev kembali dijadwalkan tampil sebagai penutup sesi malam waktu setempat. Petenis Jerman itu menghadapi wakil Chile, Alejandro Tabilo.

Zverev sudah menjalani dua pertandingan lima set yang berlangsung hingga dini hari. Total, ia telah menghabiskan sembilan jam 26 menit di lapangan.

Meski mengaku kondisi fisiknya baik-baik saja, Zverev menyadari bahwa ia harus meningkatkan permainannya jika ingin menambah koleksi gelar Grand Slam.

Tahun ini, Zverev telah mengangkat trofi French Open. Ia kini membidik gelar Grand Slam keduanya di Flushing Meadows.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.