UEFA Nations League: Oyarzabal Kembali Jadi Mimpi Buruk Inggris, Modric Bersinar di Usia 41 Tahun
Minggu, 27 Sep 2026, 09:41 WIBLONDON â Mikel Oyarzabal kembali menjadi mimpi buruk Inggris. Penyerang Spanyol itu mencetak gol penentu kemenangan yang membawa tim juara dunia mengalahkan Inggris 3-2 dalam laga UEFA Nations League, Minggu (27/9) dini hari WIB. Di pertandingan lain, Luka Modric menunjukkan bahwa usia bukan penghalang dengan membantu Kroasia menundukkan Republik Ceko 2-1.
Oyarzabal mencetak gol 16 menit sebelum pertandingan berakhir dalam duel terbuka dan menghibur di Stadion Wembley. Inggris sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengubah jalannya pertandingan, tetapi kapten Harry Kane gagal mengeksekusi penalti.
Kemenangan tersebut memperpanjang catatan tak terkalahkan Spanyol menjadi 39 pertandingan. Hasil itu sekaligus memperpanjang kesulitan Inggris ketika menghadapi tim-tim papan atas dunia.
"Tim ini sangat ambisius dan tidak ingin berhenti meraih kemenangan," kata pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, kepada Teledeporte.
"Ada beberapa momen ketika kami harus bertahan dan menghadapi talenta para pemain Inggris. Namun, saya pikir kami telah melihat Spanyol yang mampu menemukan kembali dirinya."
Bagi Oyarzabal, kemenangan ini terasa semakin istimewa. Dua tahun lalu, ia juga menjadi penentu kemenangan Spanyol atas Inggris pada final Kejuaraan Eropa.
Sementara itu, penyerang Inggris Anthony Gordon menilai kesalahan menjadi faktor utama kekalahan timnya.
"Saya pikir ini merupakan kesempatan yang terlewatkan," kata Gordon kepada ITV Sport.
"Saya pikir ini pertandingan yang luar biasa untuk ditonton maupun dimainkan. Beberapa permainan menyerang yang ditampilkan berada di level tertinggi."
"Namun, dalam pertandingan seperti ini, kesalahan bisa membuat Anda dihukum."
Spanyol langsung memberikan tekanan sejak awal pertandingan. Lamine Yamal membawa La Roja unggul ketika laga baru berjalan dua menit setelah Marc Guehi melakukan kesalahan fatal.
Guehi bermaksud memberikan umpan, tetapi operannya justru dipotong Yamal. Pemain Barcelona itu kemudian melepaskan tembakan ke sudut gawang yang tidak mampu dijangkau kiper Inggris.
Spanyol lebih menguasai jalannya babak pertama dengan gaya permainan yang berbeda dari Inggris. Namun, tuan rumah mampu membalikkan keadaan menjelang turun minum.
Jude Bellingham menjadi kreator gol pertama Inggris. Gelandang Real Madrid itu memberikan umpan kepada Gordon yang kemudian menyelesaikannya dengan tenang melewati Unai Simon.
Lima menit sebelum babak pertama berakhir, Inggris bahkan berbalik unggul. Kane menyundul bola hasil umpan lambung Nico O'Reilly untuk membawa tuan rumah memimpin 2-1.
Peluang emas kembali datang bagi Inggris 10 menit setelah babak kedua dimulai. Rodri dinilai melakukan pelanggaran terhadap Bellingham di dalam kotak penalti setelah wasit meninjau insiden tersebut melalui VAR.
Kane maju sebagai eksekutor. Namun, sang kapten justru terpeleset ketika melakukan tendangan. Bola menghantam mistar gawang dan peluang emas Inggris pun terbuang.
Gordon meyakini Inggris bisa meraih kemenangan jika penalti tersebut berhasil dikonversi menjadi gol.
"Saya pikir jika Kane mencetak gol, kami berada dalam posisi yang sangat bagus untuk mencetak gol lebih banyak," ujarnya.
"Kami lapar untuk mencetak gol lagi. Kami keluar untuk menyerang dan membunuh pertandingan, dan kami melakukannya."
"Penalti bisa terjadi. Dia hampir tidak pernah gagal, jadi kami akan memaafkannya untuk kali ini."
Kegagalan Kane akhirnya harus dibayar mahal Inggris. Pertahanan mereka kembali melakukan kesalahan ketika O'Reilly kehilangan bola.
Dani Olmo memanfaatkan situasi tersebut dengan memberikan umpan matang kepada Alex Baena. Pemain Spanyol itu kemudian menuntaskan peluang dengan penyelesaian yang sangat baik untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Momentum beralih sepenuhnya kepada Spanyol.
Pada menit ke-74, Oyarzabal kembali menjadi aktor utama. Ia bekerja sama dengan Baena sebelum mengecoh James Trafford dengan sontekan yang melewati kiper Inggris.
Gol tersebut memastikan kemenangan 3-2 bagi Spanyol sekaligus kembali menjadikan Oyarzabal sebagai sosok yang menghukum Inggris di pertandingan besar.
Modric Tak Terbendung di Usia 41 Tahun
Di Praha, kapten Kroasia Luka Modric juga mencuri perhatian. Meski sudah berusia 41 tahun, gelandang veteran tersebut masih menunjukkan kualitasnya ketika membawa Kroasia unggul atas Republik Ceko sesaat setelah babak kedua dimulai.
Tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan tujuh menit kemudian melalui Adam Karabec. Namun, Kroasia kembali unggul setelah pemain pengganti Mario Pasalic mencetak gol kemenangan 13 menit sebelum pertandingan berakhir.
Di Nations League B Grup 1, Swiss meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Makedonia Utara. Remo Freuler dan dua gol Zeki Amdouni memastikan tiga poin sekaligus membawa Swiss ke puncak klasemen grup.
Dalam pertandingan lainnya, Slovenia bermain imbang tanpa gol melawan Skotlandia.
Sementara itu, di Nations League C, kapten Finlandia Joel Pohjanpalo mencetak hat-trick ketika negaranya menghancurkan San Marino 7-0 di Serravalle. Kapten San Marino, Alessandro Golinucci, juga harus menerima kartu merah dalam pertandingan tersebut.
Pada laga League C lainnya, Albania mengalahkan Belarusia 2-0, Slovakia menang dengan skor serupa atas Moldova, sedangkan Luksemburg meraih kemenangan 2-1 di markas Bulgaria.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Abu Vulkanik Bisa Bahayakan Tubuh, Dicky Budiman Ungkap Cara Tepat Membersihkannya.
-
Tayang di Bioskop 9 September, Film 'Oasis' Abadikan Reuni Dingin Gallagher Bersaudara
-
Deretan Pelatih Baru Siap Unjuk Gigi di UEFA Nations League 2026-27
-
Penonton Dibikin Kaget! Emil Dardak Muncul Jadi Kejutan di Konser 40 Tahun Kahitna
-
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara, Dampak Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.