Kemenekraf Dorong Ruang Kreatif Lebih Inklusif, Perempuan Jangan Hanya Jadi Penonton

Minggu, 06 Sep 2026, 19:10 WIB

JAKARTA – Ekonomi kreatif semakin menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka ruang bagi lahirnya inovasi dan lapangan kerja baru.

Penguatan ekosistem menjadi kunci agar pelaku kreatif tidak hanya mampu menghasilkan karya, tetapi juga memiliki akses terhadap pembiayaan, teknologi, pasar, perlindungan kekayaan intelektual, hingga jejaring usaha yang dapat memperluas daya saing.

Ket. Foto: Wamen Ekraf, Irene Umar, memberi sambutan dalam acara Sisterhood Festival 2026 yang berlangaung di Melting Pop, M Bloc Space Jakarta, Sabtu (5/9/2026). — Sumber: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif.

Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/ Bekraf) mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan aman untuk memperluas ruang perempuan dalam berkarya, membangun jejaring, hingga mengambil peran kepemimpinan di industri kreatif.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekraf (Wamenekraf) Irene Umar mengatakan perempuan memiliki kontribusi besar dalam sektor ekonomi kreatif, dengan proporsi sekitar 58 persen, terutama pada subsektor fesyen, kriya MK dan kuliner.

“Sekitar 58 persen sektor ekraf didominasi oleh perempuan, khususnya di subsektor seperti fesyen, kriya dan kuliner. Namun di subsektor lain seperti gim, mulai lahir 'world champion' perempuan,” ujar Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (6/9).

Ia menilai akses terhadap jejaring dan peluang di industri kreatif pada perempuan perlu mendapat perhatian dari pemerintah dan memastikan talenta perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuannya.

Menurut Irene, penguatan komunitas menjadi salah satu cara menciptakan ekosistem tersebut. Ruang berkumpul memungkinkan kreator perempuan bertukar pengalaman, membangun kolaborasi, sekaligus menyatukan suara untuk menghadapi tantangan di ruang digital.

"Tugas pemerintah adalah membuka kesempatan itu, dan peran kita semua adalah untuk saling menguatkan dan meng-empower kaum hawa agar mereka berani step into the light dan menunjukkan kemampuan mereka pada dunia,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan ruang digital yang aman agar perempuan dan kreator lainnya dapat berekspresi tanpa kehilangan kesempatan untuk berkembang.

“Kekuatan konten ada di jari-jari kita, yang penting adalah pesan lewat konten yang disampaikan itu tulus untuk menciptakan perubahan yang bermakna bagi dunia,” ujarnya.

Irene mengatakan Kemenekraf sebelumnya turut mendorong terbentuknya asosiasi kreator konten Indonesia sebagai wadah untuk menyatukan suara dan memperkuat upaya menciptakan ruang digital yang aman bagi masyarakat.

Maka itu ia mengapresiasi Sisterhood Festival 2026 yang menjadi ruang bagi perempuan untuk berbagi pengalaman, membangun jejaring, serta memperkuat solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan.

Festival yang digagas Magdalene bersama International Media Support (IMS) dan Women News Network (WNN) tersebut menghadirkan diskusi, masterclass, kegiatan komunitas, komedi, hingga pertunjukan musik.

"Ada diskusi dan percakapan untuk membantu kita melihat berbagai persoalan dari perspektif baru. Ada masterclass untuk belajar mengembangkan keterampilan. Ada community events untuk bertemu, berbagi pengalaman dan menemukan teman seperjalanan, dan tentu saja ada komedi dan musik. Karena perjuangan juga perlu dirayakan dengan tertawa, bernyanyi dan bersenang-senang bersama," kata Redaktur Magdalene, Devi Asmarani.

Perwakilan International Media Support (IMS) Eva Danayanti menilai penciptaan ruang aman bagi perempuan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, keamanan tidak cukup hanya dibangun melalui regulasi, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kebebasan berekspresi dan berkarya.

Penguatan ruang kreatif yang inklusif tersebut dinilai penting seiring semakin besarnya keterlibatan perempuan dalam ekonomi kreatif.

Dengan dukungan jejaring, akses, dan lingkungan yang aman, perempuan tidak hanya berperan sebagai konsumen atau pekerja kreatif, tetapi juga berpeluang lebih besar menjadi pemimpin dan pemilik karya dalam ekosistem kreatif.

  • ekraf

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.