Imbauan Pemkot Tangsel Terkait Abu Vulkanik Anak Krakatau

Minggu, 06 Sep 2026, 15:53 WIB

TANGSEL -- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan, Banten, melalui Dinas Kesehatan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat terkait sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, mulai dari penggunaan masker N95 hingga memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu menjaga kondisi tubuh.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Allin Hendalin Mahdaniar, di Tangerang, Minggu, mengatakan abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan apabila terhirup serta apabila mengenai mata dan kulit.

Ket. Foto: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerng Selatan (Tangsel) Allin Hendalin Mahdaniar saat memberikan sambutan. — Sumber: ANTARA/Irfan

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat diimbau melakukan langkah-langkah perlindungan kesehatan, terutama saat kondisi udara terlihat berkabut, berdebu, atau terdapat abu vulkanik di lingkungan sekitar.

"Masker N95 dianjurkan untuk membantu menyaring partikel kecil, termasuk abu vulkanik. Masker medis dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan apabila masker N95 tidak tersedia," kata Allin.

Selain penggunaan masker, lanjutnya, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat abu vulkanik sedang menyebar. Menggunakan kacamata pelindung, kata dia, untuk mencegah abu mengenai mata.

Ia mengimbau masyarakat tetap berada di dalam ruangan apabila abu vulkanik menyebar cukup tebal. Selain itu membersihkan mata dan hidung dengan air bersih apabila terkena abu, mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar ruangan, membersihkan abu yang menempel pada atap, halaman, dan saluran air secara berkala.

Lalu tidak membakar sampah atau bahan lain yang dapat memperburuk kualitas udara. Berhati-hati saat berkendara karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang.

"Perbanyak konsumsi air putih untuk membantu menjaga kondisi tubuh dan mengikuti perkembangan informasi hanya dari sumber resmi pemerintah dan instansi terkait," katanya.

Dinkes Tangsel juga mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik, seperti batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan, iritasi mata berupa mata merah, perih atau berair, serta iritasi kulit berupa gatal atau kemerahan, agar segera mengurangi paparan dan memeriksakan diri ke UPTD puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan sesuai kondisi lingkungan masing-masing. Lindungi diri dan keluarga dari paparan abu vulkanik," katanya.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.