Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Meningkat! Tiga Kali Erupsi, Letusan Capai 1 Km
Sabtu, 17 Okt 2026, 15:09 WIBLUMAJANG - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami tiga kali erupsi dengan tinggi letusan hingga 1 kilometer pada Sabtu.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 04.52 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik.
"Erupsi kedua terjadi pada pukul 06.35 WIB dengan tinggi kolom letusan semakin tinggi yakni teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Menurut dia, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 90 detik.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pukul 10.42 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar satu kilometer di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat.
"Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 137 detik," kata Agastya.
Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Dengan status Siaga tersebut, masyarakat pun tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak yang menjadi pusat erupsi.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.
Masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius lima km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Ia mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Agastya.
- erupsi gunung
- Erupsi
- Gunung Semeru
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Nelayan Bantu Selamatkan Paus Raksasa yang Terdampar di Pesisir Abdya
-
Pontianak Biennale 2026 Pertemukan Seniman Lokal dan Dunia
-
China Open Tanpa Sinner, Zverev Awali Perburuan Gelar dengan Kemenangan
-
Leylah Fernandez Singkirkan Unggulan Teratas, Melaju ke Semifinal Singapore Open
-
Bangkok Dikepung Banjir, Hujan Deras Bikin Ibu Kota Tailan Lumpuh Total
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.