Pengemudi Taksol Terbantu Program Konversi BBG, Tekan Biaya Operasional hingga 55 Persen

Sabtu, 05 Sep 2026, 17:42 WIB

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyatakan program Bantuan Konversi BBG Kendaraan Tahun 2026 memberikan manfaat bagi pengemudi taksi online (taksol) berupa penurunan biaya operasional hingga 55 persen.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman menyatakan melalui program tersebut perusahaan memberikan kesempatan bagi pengemudi taksol untuk mengonversi kendaraan dari bahan bakar konvensional menjadi bahan bakar gas (BBG) melalui pemasangan kit BBG secara gratis.

Ket. Foto: Seorang petugas sedang memasang kit bahan bakar gas (BBG) pada kendaraan taksi online dalam Program Bantuan Konversi BBG Kendaraan 2026 yang digelar PT Perusahaan Gas Negara (PGN). — Sumber: ANTARA/HO-PGN

"Inisiatif ini diharapkan menjadi alternatif energi yang lebih efisien sekaligus membantu pengemudi menekan biaya operasional kendaraan," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Selama periode Agustus – September 2026, sebanyak 75 kendaraan ditargetkan mengikuti Program Bantuan Konversi BBG Kendaraan Tahun 2026.

Dengan asumsi 75 kendaraan penerima mengonsumsi rata-rata 8 liter setara bensin (LSP) BBG per hari setiap bulan, lanjut Fajriyah total pemanfaatan BBG diperkirakan mencapai sekitar 15.000 LSP per bulan atau 180.000 LSP dalam setahun.

Dengan harga BBG nonsubsidi sebesar Rp4.500 per liter, kebutuhan bahan bakar tersebut menelan biaya sekitar Rp810 juta per tahun.

Sementara itu, apabila volume penggunaan yang sama menggunakan BBM subsidi dengan asumsi harga Rp10.000 per liter, biaya bahan bakar dapat mencapai sekitar Rp1,8 miliar per tahun.

"Dengan demikian, pemanfaatan BBG berpotensi menghasilkan penghematan biaya bahan bakar minimal sekitar Rp990 juta per tahun bagi 75 penerima manfaat secara keseluruhan," katanya.

Selain memberikan manfaat secara ekonomi, menurut dia penggunaan BBG turut menjadi pilihan energi yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan dukungan PGN terhadap target Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060.

Dengan penggunaan energi yang setara, lanjutnya BBG menghasilkan emisi karbon dioksida (COâ‚‚) sekitar 19 persen lebih rendah dibandingkan bensin subsidi.

Berdasarkan proyeksi penggunaan BBG hingga sekitar 180.000 LSP per tahun oleh 75 penerima manfaat, program konversi ini diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga sekitar 73 ton COâ‚‚ eq per tahun.

"Dengan demikian, peralihan dari bahan bakar minyak ke BBG tidak hanya membantu pengemudi menekan biaya operasional, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan," katanya.

Fajriyah berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima sekaligus mendorong pemanfaatan BBG yang lebih luas.

Penanggung jawab Administrasi Lapangan Komunitas Mobil Gas (Komogas), Riko, mengapresiasi dukungan PGN yang dinilai memberikan manfaat besar bagi pengemudi taksi online dengan intensitas penggunaan kendaraan dan konsumsi bahan bakar tinggi.

“Bantuan konversi kit BBG secara gratis ini sangat berarti bagi para pengemudi online. Biaya pemasangan konverter secara mandiri cukup besar, sehingga program ini membuka kesempatan untuk beralih menggunakan BBG dengan lebih mudah,” ujarnya.

Menurut dia, manfaat yang paling dirasakan dari konversi adalah efisiensi biaya bahan bakar, selain harganya lebih kompetitif, BBG menghasilkan pembakaran yang lebih bersih sehingga diharapkan turut mendukung kinerja dan perawatan mesin dalam jangka panjang. Ant

  • Program Konversi BBG

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.