Wacana Tiket Ragunan Naik Menguat, Pramono Masih Tahan Kenaikan Harga

Jumat, 04 Sep 2026, 21:10 WIB

JAKARTA – Wacana kenaikan tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan kembali mencuat setelah tarif yang berlaku saat ini dinilai sudah lama tidak mengalami penyesuaian.

DPRD DKI Jakarta mengusulkan tarif pengunjung dewasa hingga Rp10.000 dan anak-anak hingga Rp7.500, dengan alasan kebutuhan peningkatan fasilitas, pelayanan, serta perawatan dan kesejahteraan satwa.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026). — Sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Namun, kenaikan tarif bukan sekadar soal menambah pemasukan pengelola. Ada tuntutan agar setiap rupiah yang dibayar pengunjung berujung pada layanan yang lebih baik, fasilitas yang lebih aman, dan pengelolaan satwa yang semakin profesional.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan akan mempertimbangkan usulan DPRD terkait kenaikan tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, agar kebijakan tersebut tidak membebani masyarakat.

"Saya akan mempertimbangkan, kalaupun ada penyesuaian jangan kemudian memberatkan bagi pengunjung,” kata Pramono saat ditemui setelah meninjau Pameran Flora-Fauna 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (4/9).

Kendati demikian, Pramono menilai harga tiket masuk Ragunan saat ini terbilang sangat murah dibandingkan kebun binatang di lokasi lain.

Pramono mengaku dirinya memang mempertahankan agar harta tiket masuk kebun binatang tersebut tetap terjangkau untuk masyarakat.

Pramono juga mengatakan usulan tersebut belum secara resmi disampaikan kepadanya. Namun ia memastikan akan mempertimbangkan usulan itu dengan hati-hati.

Sebelumnya, Tiket Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di Jakarta Selatan diusulkan naik.

Tarif untuk pengunjung dewasa diusulkan menjadi Rp4.000 hingga Rp10.000, sedangkan tarif anak-anak Rp3.000 hingga Rp7.500.

Usulan tersebut disampaikan Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya.

Menurut Dimaz, penyesuaian tarif diperlukan agar pengelola TMR bisa meningkatkan kualitas pelayanan dan perawatan satwa.

“Wacana ini sudah ada sejak tahun lalu dan sudah cukup lama, tetapi belum ada perkembangan. Makanya kami mendorong supaya ini bisa dipercepat,” kata Dimaz.

Dimaz mengatakan kenaikan tarif nantinya harus diikuti dengan peningkatan pelayanan.

Dengan begitu, pengunjung juga bisa merasakan manfaat dari tarif baru tersebut.

“Kami juga mendorong supaya kenaikan tarif ini tentunya meningkatkan pelayanan juga ke masyarakat. Sehingga adanya kenaikan tarif ini, masyarakat juga merasakan manfaat lebih dari Taman Ragunan,” ujarnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.