Trump Ancam Musnahkan Iran jika Berani Membalas

Kamis, 03 Sep 2026, 03:05 WIB

WASHINGTON – Pasukan Amerika Serikat (AS) pada Selasa (1/9) melancarkan serangan baru terhadap sejumlah target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran, menandai kembali meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran akan menghadapi serangan yang lebih besar jika membalas serangan terbaru tersebut. “Jika Iran membalas serangan yang sangat dapat dibenarkan ini, mereka akan diserang kembali dengan tingkat yang jauh lebih keras dan lebih tinggi,” kata Trump dalam unggahan di platform Truth Social.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: Andrew Harnik/Getty Images/AFP

Trump menggambarkan serangan terbaru di sekitar Selat Hormuz sebagai serangan yang “dahsyat dan kuat”. Ia juga mengisyaratkan bahwa Washington masih menyiapkan serangan yang lebih besar.

“Namun, ini tidak akan menjadi serangan terbesar dari semuanya. Serangan itu sedang menunggu giliran dan ketika semuanya usai, tak akan banyak yang tersisa dari Republik Islam Iran!” tulisnya. Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan Fox News, Trump mengklaim pasukan AS telah menghancurkan “banyak radar” dalam jaringan pertahanan Iran, termasuk sejumlah sistem yang sedang dibangun kembali oleh Teheran.

“Ini merupakan serangan yang sangat besar pada hari ini. Jika hal itu terjadi untuk ketiga kalinya, mereka akan benar-benar musnah sebagai sebuah negara,” ujar Trump. Trump juga mengatakan kapal induk USS George Washington telah dipersenjatai dan berada dalam kondisi siap tempur.

 “(USS) George Washington sarat dengan persenjataan. Kami sudah siap sepenuhnya,” katanya. Menurut laporan Fox News, Trump mengatakan negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk telah diberi tahu sebelum serangan terbaru dilancarkan.

Pernyataan Trump disampaikan tak lama setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan serangan terhadap target-target IRGC di Iran pada Selasa pukul 12.00 waktu Eastern Time atau sekitar pukul 23.00 WIB. CENTCOM mengatakan serangan tersebut dilakukan setelah IRGC sebelumnya berupaya menyerang pelayaran komersial di Selat Hormuz serta personel militer AS yang ditempatkan di kawasan tersebut.

Pada Selasa, sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di dua kota pelabuhan Iran, Bandar Abbas dan Sirik, serta di Pulau Qeshm. Mengutip sejumlah sumber, kantor berita semiresmi Iran Tasnim melaporkan bahwa militer Iran pada Selasa malam meluncurkan rudal ke sejumlah pangkalan AS yang berada di beberapa negara di kawasan Timur Tengah. IRGC kemudian memperingatkan bahwa AS “akan menyesali seranganserangan barunya”, menurut kantor berita Iran Fars.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.