Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Harus Pastikan Kenaikan Harga Energi Tak Merembet ke Pangan

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 03:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Harus Pastikan Kenaikan Harga Energi Tak Merembet ke Pangan Doc: antara
Ket. Penyesuaian Harga BBM

JAKARTA - Pemerintah diminta menjaga pasokan biosolar di sentra logistik agar kenaikan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tidak merembet ke harga pangan melalui peningkatan biaya distribusi.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet

mengatakan penyesuaian harga BBM mulai 1 September 2026 bersifat selektif sehingga dampak langsungnya terhadap inflasi diperkirakan relatif terbatas. Namun, dampak tidak langsung melalui kenaikan biaya logistik dan produksi justru perlu lebih diperhatikan.

“Produk yang naik bukan bahan bakar yang paling banyak digunakan masyarakat, dampak langsungnya terhadap inflasi kemungkinan relatif terbatas. Yang lebih perlu diperhatikan justru dampak tidak langsung melalui biaya logistik dan produksi,” katanya kepada Antara di Jakarta, Rabu (2/9).

Untuk wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo per 1 September naik dari 18.300 menjadi 19.600 rupiah per liter, Dexlite dari 19.700 menjadi 23.700 rupiah per liter, dan Pertamina Dex dari 21.150 menjadi 25.200 rupiah per liter. Harga Pertamax, Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan.

Menurut dia, tekanan biaya energi paling berpotensi dirasakan oleh angkutan barang berbahan bakar diesel nonsubsidi, distribusi pangan, serta industri yang bergantung pada armada kendaraan atau genset.

“Ketika pasokan biosolar terbatas dan pelaku usaha harus beralih ke Dexlite atau Dex, kenaikan harga tersebut langsung meningkatkan biaya operasional,” katanya.

Dampak kenaikan biaya tersebut dapat lebih cepat terasa di wilayah yang memiliki rantai pasok panjang, terutama pada komoditas pangan yang mudah rusak seperti ayam, cabai, ikan dan produk hortikultura.

Dia pun memperkirakan kenaikan biaya energi tidak seluruhnya langsung diteruskan kepada konsumen pada September. Kecepatan transmisi antara sektor angkutan serta barang konsumsi dan industri berbeda.

“Untuk angkutan, penyesuaian tarif bisa berlangsung dalam hitungan hari hingga dua minggu. Sementara untuk barang konsumsi dan industri, penerusannya bisa membutuhkan satu sampai tiga bulan karena pelaku usaha masih memiliki stok dan harus mempertimbangkan persaingan,” katanya.

Sebab itu, dia memandang periode Oktober hingga Desember perlu turut dicermati, terutama apabila tekanan biaya energi berlangsung bersamaan dengan gangguan cuaca dan tekanan terhadap produksi pangan.

“Mitigasi tidak perlu dilakukan dengan menahan seluruh harga energi, tetapi difokuskan untuk mencegah peningkatan biaya operasional merembet lebih luas ke harga pangan.

Transisi Energi

Ketua Umum Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES), Surya Darma mengaku sepakat soal kelancaran pasokan biosolar sangat vital untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada Pestapora, The Weeknd hingga JBC Fun Run

10 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada Pestapora, The Weeknd hingga JBC Fun Run

25 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.