Bisnis Makin Gampang! Platform AI Kini Bisa Layani Pelanggan Lewat WhatsApp
Kamis, 03 Sep 2026, 07:08 WIBJAKARTA - Platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini memungkinkan pelaku usaha untuk melayani pelanggan melalui aplikasi WhatsApp, termasuk menerima pesanan dan memproses pembayaran.
Neobiz menghadirkan agen AI yang disebut Neo untuk membantu pelaku usaha menangani berbagai aktivitas bisnis melalui WhatsApp.
Menurut siaran pers perusahaan yang diterima di Jakarta pada Rabu, agen AI itu dapat mendukung aktivitas bisnis seperti pembuatan janji temu, penerimaan pesanan, dan pemrosesan pembayaran melalui WhatsApp.
Perusahaan menyampaikan bahwa Neo dapat memahami percakapan pelanggan, menggunakan data produk dan riwayat pelanggan, dan kemudian menjalankan proses pelayanan pelanggan sesuai dengan aturan bisnis perusahaan.
Pendiri dan CEO Neobiz Jimmy Petrus mengatakan bahwa platform itu dikembangkan untuk menangani berbagai aktivitas bisnis yang selama ini masih dilakukan secara manual setelah komunikasi dengan pelanggan melalui WhatsApp.
"Setiap hari bisnis menerima banyak chat dari pelanggan. Masalahnya, terlalu banyak yang masih harus ditindaklanjuti secara manual," ujar Jimmy.
Neo antara lain dapat mengecek jadwal, membuat pemesanan atau janji temu, mengirim pengingat, serta meminta pembayaran.
Jika permintaan layanan membutuhkan keputusan manusia, maka percakapan dapat dialihkan kepada staf dengan menyertakan konteks percakapan sebelumnya.
Dalam penyelenggaraan bisnis otomotif misalnya, Neo dapat mengenali kendaraan pelanggan, mengecek jadwal servis, membuat pemesanan, dan mengirim pengingat servis berikutnya.
Di klinik kecantikan, âââââââNeo dapat digunakan untuk mengecek jadwal terapis, menahan jadwal janji temu, dan mengirim permintaan deposit.
Dalam usaha restoran dan kafe, penggunaan agen AI itu memungkinkan pelanggan menyampaikan pesanan melalui percakapan atau pesan suara yang kemudian diteruskan ke bagian dapur dan kasir.âââââââ
Neobiz menyatakan bahwa platformnya telah melalui tahapan implementasi awal di sektor seperti usaha ritel, perdagangan daring, restoran dan kafe, kecantikan, olahraga dan kebugaran, pendidikan, otomotif, serta bisnis jasa lain.
Perusahaan yang berstatus sebagai penyedia teknologi resmi Meta itu menyebut para pelaku usaha dalam berpartisipasi dalam implementasi awal platform melaporkan bahwa hingga 98 persen pelanggan mereka dapat terlayani.
Mereka juga melaporkan efisiensi biaya hingga 80 persen serta peningkatan pendapatan antara 20 persen dan 40 persen.
Jimmy mengemukakan bahwa perkembangan AI mengubah cara pengguna berinteraksi dengan perangkat lunak.
"Software generasi sebelumnya meminta kita membuka aplikasi, mencari menu, lalu mengisi form. Dengan AI, cukup sampaikan apa yang ingin dicapai. Sistemnya tetap ada di belakang, tetapi cara kita menggunakannya berubah," katanya.
- Kecerdasan Buatan
- Berbisnis
- Layanan Pelanggan
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Taman Robot Galaxy Dibuka di Korea Selatan, Ada Pertunjukan K-pop Bertenaga Robot AI
-
AI Gerus 268 Ribu Kerja Anak Muda Korsel, CORE: RI Wajib Antisipasi Sekarang
-
Dituding Langgar Hak Cipta Besar-besaran, Anthropic Digugat Sony dan Warner Music
-
Krisis Ceuta Mengguncang Eropa, Italia Tutup Jalur Bebas Schengen dengan Spanyol
-
Tekan Titik Panas yang Meningkat, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel Hingga 10 Agustus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.