Vance Sebut AS Cukup Kuat Hadapi Tantangan Global Termasuk Tiongkok

Rabu, 02 Sep 2026, 03:10 WIB

WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), J.D. Vance mengatakan negaranya cukup kuat dan efektif menghadapi berbagai tantangan global, termasuk dari Tiongkok. 

“Kami jelas cukup kuat untuk menghadapi ancaman di seluruh dunia, termasuk dari Tiongkok,” kata Vance dalam sebuah wawancara dengan Fox News.

Ket. Foto: Wakil Presiden AS, JD Vance — Sumber: SAUL LOEB/AFP

Meskipun AS mengakui Tiongkok sebagai rival dengan ambisi yang bertentangan dengan Amerika, Vance menegaskan AS tetap berupaya mempertahankan hubungan positif dengan Beijing terlepas dari segala perbedaan yang ada.

Pada Maret lalu, Direktur Intelijen Nasional AS, Tulsi Gabbard dan Direktur CIA John Ratcliffe menyebut Russia dan Tiongkok sebagai saingan utama Amerika Serikat.

Tiongkok sudah unggul dalam ukuran ekonomi tertentu dan beberapa aspek kapasitas militer, tetapi belum mengungguli AS sebagai kekuatan komprehensif.

Sebelumnya, laporan tahunan Pentagon mengenai perkembangan militer dan keamanan Tiongkok yang dirilis Desember 2025 menggambarkan pembangunan militer Beijing sebagai bersejarah. Pentagon menilai Tiongkok terus mengembangkan kemampuan nuklir, maritim, serangan jarak jauh, siber dan antariksa yang bahkan semakin mampu mengancam wilayah AS.

Analisis War on the Rocks pada Januari 2026 juga menyimpulkan bahwa meskipun terjadi pergolakan organisasi dan pembersihan di tubuh militer Tiongkok, PLA tetap melakukan modernisasi cepat dan mengalami peningkatan kemampuan yang substansial.

Tetapi laporan terbaru menunjukkan Tiongkok belum mampu melakukan invasi penuh ke Taiwan. Ini menjadi penyeimbang penting. Dalam laporan pertahanan tahunannya yang diberitakan Reuters pada 31 Agustus 2026, Taiwan menyatakan Tiongkok semakin meningkatkan aktivitas udara dan laut di sekitar Taiwan serta berlatih untuk skenario blokade dan pengendalian wilayah laut.

Namun laporan tersebut juga menyatakan Beijing belum memiliki kemampuan untuk melakukan invasi amfibi penuh terhadap Taiwan.

Selain itu, ada perkembangan terbaru yang agak paradoks di tubuh militer Tiongkok

Pada 28 Agustus, media ramai-ramai melaporkan dua jenderal senior Tiongkok, Zhang Youxia dan Liu Zhenli, dicopot dari badan komando tertinggi militer di tengah penyelidikan dugaan pelanggaran disiplin dan hukum. Akibatnya, badan tersebut yang sebelumnya beranggotakan tujuh orang kini hanya menyisakan dua anggota aktif, termasuk Xi Jinping.

Hal itu menunjukkan ada ketegangan internal dan masalah organisasi di tubuh PLA, bahkan ketika kemampuan militernya secara keseluruhan terus berkembang. Dengan kata lain, pembangunan militer Tiongkok cepat, tetapi bukan berarti semuanya berjalan tanpa masalah.

Tiongkok selama bertahun-tahun menghadapi kerentanan karena menjadi importir minyak terbesar dunia. Namun, strategi energi yang dibangun pemerintahan Xi Jinping mulai menunjukkan hasil ketika perang Iran mengganggu pasokan minyak global.

Laporan Investing menyebutkan, Tiongkok memangkas impor minyak secara tajam sejak konflik Iran berlangsung. Pada saat yang sama, Beijing memanfaatkan cadangan minyak domestik, mengurangi aktivitas kilang, membatasi ekspor bahan bakar dan memanfaatkan kendaraan listrik untuk menekan kebutuhan minyak.

  • Tantangan Global

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.