Daewoong Luncurkan Fexuprazan untuk Terapi GERD di Indonesia
Rabu, 23 Sep 2026, 18:28 WIBJAKARTA â PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia memperkenalkan fexuprazan, terapi potassium-competitive acid blocker (P-CAB) yang dikembangkan melalui riset dan pengembangan internal perusahaan, untuk pengobatan gastroesophageal reflux disease (GERD) di Indonesia.
Peluncuran tersebut dilakukan melalui simposium ilmiah dalam rangkaian Indonesian Digestive Disease Week (IDDW) 2026 yang berlangsung pada 18 September 2026 di Shangri-La Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 157 dokter spesialis gastroenterologi dan penyakit dalam dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam simposium tersebut, Daewoong memaparkan sejumlah bukti klinis terkait penggunaan terapi P-CAB pada pasien GERD. Forum ini sekaligus menjadi ajang pertukaran pengetahuan antara pakar gastroenterologi dari Indonesia dan Korea Selatan mengenai perkembangan mutakhir tata laksana penyakit saluran cerna.
Prevalensi GERD dan Kebutuhan Terapi
GERD menjadi salah satu gangguan saluran cerna yang mendapat perhatian khusus seiring dengan perubahan pola makan dan gaya hidup masyarakat modern. Berdasarkan Konsensus Nasional Penatalaksanaan Penyakit GERD di Indonesia 2022, prevalensi GERD pada populasi umum di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 9,35 persen.
Sementara itu, data IQVIA yang dikutip Daewoong menunjukkan bahwa pasar obat antiulkus di Indonesia mencapai sekitar Rp2,5 triliun atau setara dengan US$164,3 juta pada 2025, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 6 persen.
Data dari rumah sakit rujukan tingkat tersier juga mencatat bahwa 55,4 persen pasien GERD mengalami esofagitis erosif. Kondisi klinis ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan diagnosis dan strategi pengobatan yang tepat.
Dalam simposium, pembahasan diarahkan pada strategi terapi GERD yang disesuaikan dengan kondisi pasien, dengan mengacu pada bukti klinis lokal. Salah satu materi utama yang dibahas adalah hasil uji klinis terhadap 134 pasien yang dilakukan di tiga rumah sakit besar di Jakarta.
Simposium ini dipimpin oleh Prof. Ji Won Kim, M.D., President-Elect Korean Gastroenterology Association sekaligus Profesor pada Division of Gastroenterology, Department of Internal Medicine, Seoul National University College of Medicine, SMG-SNU Boramae Medical Center, bersama Prof. Dr. dr. Hery Djagat Purnomo, Sp.PD, K-GEH dari RSUD Dr. Soetomo.
Prof. Ji Won Kim mengatakan bahwa peluncuran fexuprazan di Indonesia menjadi bagian penting dari evolusi terapi P-CAB untuk pasien GERD secara global.
âPeluncuran resmi fexuprazan di Indonesia merupakan momentum yang sangat berarti. Sebagai terapi P-CAB generasi baru, kami berharap fexuprazan dapat menjadi salah satu tonggak baru dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien GERD di Indonesia,â ujar beliau melalui keterangannya pada Rabu (23/9).
Bukti Klinis dari Indonesia dan Korea Selatan
Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, Sp.PD, K-GEH, FACG, FACP, menyatakan bahwa tingginya proporsi pasien GERD dengan esofagitis erosif di Indonesia menunjukkan desakan kebutuhan terhadap strategi terapi yang lebih efektif.
âHal ini menunjukkan adanya kebutuhan klinis terhadap terapi generasi baru yang mampu memberikan supresi asam secara cepat dan kuat sejak awal pengobatan,â ungkap Prof. Ari.
Menurut beliau, penyusunan panduan terapi yang mengacu pada bukti ilmiah serta kondisi nyata pelayanan kesehatan di Indonesia sangat penting, termasuk dengan dukungan data klinis yang melibatkan pasien Indonesia secara langsung.
Dari Korea Selatan, Prof. Ahn Ji Yong, Professor of Gastroenterology di Asan Medical Center and University of Ulsan College of Medicine, memaparkan perkembangan penggunaan P-CAB di negaranya. Menurutnya, P-CAB berkembang sebagai pendekatan krusial untuk memenuhi kebutuhan klinis yang belum sepenuhnya teratasi oleh penggunaan proton pump inhibitor (PPI) konvensional.
Prof. Ahn juga memaparkan hasil studi fase 3 yang melibatkan 263 pasien Korea dengan esofagitis erosif. Dalam studi tersebut, fexuprazan menunjukkan tingkat penyembuhan mukosa berdasarkan pemeriksaan endoskopi yang sangat tinggi, yakni mencapai 99,1 persen pada minggu ke-8. Data ini menjadi salah satu bukti klinis kunci yang dipresentasikan untuk menggambarkan efektivitas fexuprazan.
Memperkuat Pertukaran Ilmiah
Selain memperkenalkan produk terapi baru, kegiatan ini menjadi wujud komitmen Daewoong dalam memperluas kolaborasi dan pertukaran ilmiah antara tenaga kesehatan Indonesia dan Korea Selatan.
dr. Wicak Prasetiadi selaku Brand and Marketing Manager PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia menegaskan bahwa perusahaan akan terus melanjutkan program edukasi dan kerja sama klinis dengan para tenaga medis.
âKami berharap kehadiran fexuprazan dapat menjadi katalis bagi perkembangan terapi GERD di Indonesia. Daewoong akan terus memperluas pertukaran ilmiah dan kegiatan edukasi bersama tenaga kesehatan guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan bagi pasien di Indonesia,â kata dr. Wicak.
Melalui forum IDDW 2026, pembahasan mengenai fexuprazan tidak hanya bertumpu pada data dari Korea Selatan, melainkan memadukannya dengan pengalaman serta bukti klinis langsung dari Indonesia. Pendekatan ini memastikan bahwa tata laksana GERD di Tanah Air terus berkembang secara komprehensif dan kontekstual.
- Obat GERD
- Daewoong Pharmaceutical
- Fexuprazan
- kesehatan
- Daewoong Pharmaceutical Indonesia
- Gastroenterologi
- GERD
- esofagitis erosif
- Gastroesophageal Reflux Disease
- P-CAB
- Terapi GERD
- IDDW 2026
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Celios: Utang Swasta Melambat, Pemerintah Meningkat!
-
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT.
-
InJourney Tourism Development Sediakan Program “Bundling Package” MotoGP Mandalika 2026, Dorong Ekonomi Pariwisata Lombok
-
MagangHub Buka Peluang Peserta Berlanjut Jadi Pekerja.
-
Turki Siapkan Paket Senjata dan Korea Utara Kirim 50.000 Tentara ke Russia: Apa Saja yang Kita Ketahui Perang Ukraina Hari ke-1.629?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.