- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Bersumpah akan Menye...
Trump Bersumpah akan Menyerang Iran dengan Keras setelah Baku Tembak Pecah
Rabu, 02 Sep 2026, 01:00 WIBWashington DCÂ - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (31/8) mengancam akan menyerang Iran "dengan keras" setelah kedua negara kembali terlibat baku tembak untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan. Di saat yang sama, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan Washington akan melanjutkan kampanye tekanan ekonomi untuk melumpuhkan Teheran.
Setelah enam bulan perang, konflik kedua negara masih berada dalam kebuntuan. Iran tetap menutup Selat Hormuz yang strategis, sementara AS mempertahankan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Ketegangan kembali meningkat setelah militer AS pada Minggu (30/8) menyerang sebuah pulau Iran di Selat Hormuz. Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer AS di kawasan Timur Tengah.
Pertukaran serangan tersebut memicu kekhawatiran akan kembali pecahnya permusuhan berskala besar. Trump pun memperingatkan Iran akan adanya serangan balasan.
"Kita akan menyerang mereka dengan keras," kata Trump.
Washington mengatakan serangan terhadap pulau Larak dilakukan untuk menghancurkan peluncur roket Iran dan mencegah Teheran menanam ranjau di jalur pelayaran utama.
Iran kemudian melancarkan serangan rudal dan pesawat tanpa awak yang diarahkan ke target militer AS di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA). Namun, Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Senin menyerukan dialog untuk mengakhiri konflik.
"Kami terus berupaya untuk mencapai jalan kesepakatan dan pemahaman, dan kami percaya bahwa melanjutkan perang bukanlah demi kepentingan kami, maupun demi kepentingan kawasan ini," katanya dalam sebuah pertemuan puncak di Kyrgyzstan.
Ia menambahkan, "solusi untuk masalah yang ada adalah dialog dan kerja sama."
Media pemerintah Iran melaporkan tiga orang tewas dan sejumlah lainnya terluka akibat serangan AS di Larak pada Minggu (30/8).
Garda Revolusi Iran menyatakan serangan rudal balistik terhadap dua pangkalan udara AS di Yordania menimbulkan "kerusakan berat". Namun, Trump mengatakan seluruh rudal yang diarahkan ke pasukan AS berhasil ditembak jatuh, kecuali satu rudal yang dipastikan tidak menimbulkan ancaman.
Militer Yordania menyatakan telah mencegat delapan rudal, meski tidak menjelaskan asal rudal tersebut.
Iran juga mengklaim menargetkan personel AS di pangkalan udara UEA dan menembak jatuh sebuah drone AS di atas Selat Hormuz.
Abu Dhabi mengonfirmasi telah mencegat sebuah drone di atas perairannya, tetapi membantah Pangkalan Udara Al Minhad menjadi sasaran dan menyebut klaim tersebut "tidak berdasar".
Garda Revolusi kemudian melaporkan telah menembak jatuh drone AS kedua di atas Selat Hormuz pada Senin malam. Komando pusat angkatan bersenjata Iran juga kembali memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak memberikan akses kepada AS untuk menggunakan wilayah mereka sebagai basis serangan.
Tekanan Ekonomi
Baku tembak terbaru terjadi setelah beberapa pekan relatif tenang, ketika pemerintahan Trump mengalihkan fokus dari operasi militer ke tekanan ekonomi terhadap Iran.
Trump pada Senin menyebut Iran sebagai "Negara Gagal" dan melalui media sosial mengatakan kekuatan militernya telah hancur, kondisi keuangannya runtuh, sementara kepemimpinannya berada dalam "kekacauan total".
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan Washington akan terus memberikan tekanan ekonomi.
"Kami akan terus memberikan tekanan, dan kami telah melakukan diskusi yang sangat baik di sini," kata Bessent dalam pertemuan G20 di North Carolina.
Ia mengatakan titik balik kampanye tekanan tersebut dapat terjadi "dalam beberapa minggu atau bulan".
Iran juga menggunakan tekanan ekonomi melalui penutupan Selat Hormuz, yang mengganggu pasar global dan mendorong kenaikan harga energi. Sebelum perang, sekitar seperlima minyak dunia melewati jalur strategis tersebut.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump Semprot Chevron dan ExxonMobil, Minta Harga BBM untuk Konsumen Diturunkan
-
Gubernur NTT Pastikan Larangan Isi BBM bagi Penunggak Pajak Tetap Diberlakukan
-
BMKG Minta Warga Waspada Bencana Hidrometeorologi
-
Rittal Perkuat Industri Manufaktur Indonesia Lewat Modification Center Berbasis Digital Engineering
-
Rupiah Melemah, Konflik Timur Tengah hingga Lonjakan Harga Minyak Guncang Ekonomi Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.