BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak dan SHM

Rabu, 02 Sep 2026, 14:55 WIB

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mendukung program Rumah Cahaya yang diinisiasi Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI). Melalui program tersebut, sebanyak 30 pahlawan Indonesia dan keluarga pahlawan menerima rumah layak huni lengkap dengan Sertifikat Hak Milik (SHM).

Penyerahan rumah dan sertifikat tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi serta pengabdian para penerima kepada bangsa dan negara. Program Rumah Cahaya sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ket. Foto: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mendukung program Rumah Cahaya yang diinisiasi Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI). Melalui program tersebut, sebanyak 30 pahlawan Indonesia dan keluarga pahlawan menerima rumah layak huni lengkap dengan Sertifikat Hak Milik (SHM). — Sumber: BTN

Ketua Dewan Pembina Yayasan PHSI sekaligus Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengatakan, penyediaan rumah layak huni merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, masih terdapat masyarakat Indonesia yang belum memiliki hunian layak, termasuk mereka yang telah berjasa bagi bangsa.

"Indonesia sudah merdeka 80 tahun, tetapi sebagian rakyat kita belum bahagia karena belum memiliki rumah yang layak. Karena itu, kita ingin membantu mereka yang belum memiliki rumah layak huni, termasuk para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa ini," ujar Hashim dalam Penyerahan 30 Sertipikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan di Jakarta, Senin (31/8).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turut mengapresiasi pelaksanaan program Rumah Cahaya. Ia menilai program tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengatasi persoalan penyediaan hunian di Indonesia.

"Saya mengucapkan terima kasih atas inisiatif ini. Ini sangat baik karena memang pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Yang penting adalah membangun super tim dan membangun kolaborasi," kata Maruarar.

Menurut Maruarar, program Rumah Cahaya juga memiliki nilai khusus karena penerima manfaatnya merupakan para pahlawan bangsa dan keluarga mereka. Para penerima berasal dari berbagai latar belakang pengabdian, termasuk keluarga veteran, istri veteran, istri pejuang, hingga tokoh yang berjasa melalui bidang olahraga.

"Menurut kami, para pahlawan bangsa yang sudah berjasa, baik di medan pertempuran sebagai keluarga veteran, istri veteran, istri pejuang, maupun di bidang olahraga, ini adalah langkah yang bagus dan nyata. Sekali lagi, terima kasih, karena ini adalah wujud nyata kolaborasi," ujarnya.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan pihaknya merasa terhormat dapat terlibat dalam program Rumah Cahaya. Menurut Nixon, penyediaan hunian bagi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan rumah, tetapi juga memastikan kelompok yang membutuhkan dapat tinggal di tempat yang layak.

"Bagi kami, apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar penyerahan rumah. Ini adalah bentuk penghormatan kepada orang-orang yang dahulu telah memberikan begitu banyak bagi Indonesia," ujar Nixon.

Ia menambahkan, penyerahan SHM menjadi bagian penting dari program Rumah Cahaya karena memberikan kepastian kepemilikan kepada para penerima. Sertifikat tersebut juga diharapkan dapat menjadi aset keluarga yang bisa dimanfaatkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Yang kita serahkan hari ini bukan sekadar kunci rumah, tetapi juga sertifikat hak milik. Artinya, rumah tersebut benar-benar menjadi milik Bapak dan Ibu, menjadi tempat untuk pulang, berkumpul bersama keluarga, dan mudah-mudahan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," kata Nixon.

Dukungan BTN terhadap penyediaan hunian layak juga dilakukan melalui pembangunan dan renovasi rumah sosial di berbagai wilayah Indonesia. Sejak 2022 hingga 2026, BTN tercatat telah mendukung pembangunan maupun renovasi 477 rumah sosial bagi keluarga prasejahtera, masyarakat berpenghasilan rendah, nelayan, petani pesisir, hingga masyarakat yang terdampak bencana.

Nixon mengatakan upaya penyediaan hunian layak perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada pembangunan fisik rumah. Menurutnya, pembangunan sektor perumahan juga harus dibarengi dengan pembangunan manusia serta ekosistem yang dapat menopang keberlanjutan hunian masyarakat.

"Persoalan perumahan Indonesia tidak cukup dijawab hanya dengan membangun rumah. Kita juga harus membangun manusia dan ekosistem perumahan yang akan menjadi fondasi perumahan Indonesia di masa depan," pungkas Nixon.

Melalui program Rumah Cahaya, BTN bersama Yayasan PHSI dan pemerintah berupaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak sekaligus memberikan penghormatan kepada para penerima yang telah berkontribusi bagi Indonesia. Penyerahan rumah beserta SHM diharapkan tidak hanya memberikan tempat tinggal, tetapi juga menghadirkan kepastian kepemilikan dan manfaat jangka panjang bagi keluarga penerima.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.